Senin, 09 Januari 2017

Dangerous Angel Part 2


                                          

Dangerous angels
Title : Dangerous angels
Author : Mrs. Me
Cast :
Ø Sana twice as lee hani
Ø  Momo twice as yoon hye ri
Ø Tzuyu twice as go baek hee
Ø Nayeon twice as im nayeon
Ø All member bts
Ø Shownu monsta x as ahn shownu
Ø All member gfriend
Genre : school life, romance, action

 Note : Hay reader..! sorry ya di part 1 gk da notenya jadi aku kasih disini aja. sebenarnya ini ff pertama aku, atau kedua? mungkin aja. buat info aja sebenarnya ff ini terinspirasi dari film favorite aku judulnya Charle's Angel, supaya kalian lebih mengerti aja tentang ni ff gaje. Warning, typo bertebaran. Okay, happy reading..!!

# PART 2
.
“Kring.. Kring… Kringgg” Suara bel sekolah mulai terdengar menandakan pelajaran jam pertama sudah dimulai. Koridor sekolah sepi, lapangan sepi, dan kantin pun juga sepi. Seluruh murid sudah berada dikelasnya masing-masing sedang mengikuti alur pelajaran dengan suasana yang sunyi dan sangat tenang. Tapi, sayangnya hal itu tidak bertahan lama.
“Dug Dug Dug! Tes.! Tes! Tes.!” Suara speaker sekolah berhasil membuat para guru dan murid menghentikan kegiatannya . Mereka mulai terfokus pada suara di speaker sekolah.
“Anyyeong.! Hello Guys.!! Jungkook here.!” Mendengar nama Jungkook seluruh yeoja di sekolah ini langsung menjerit histeris, bahkan anak Gfriend dan BTS pun ikut terkejut. Suasana sekolah menjadi seperti sedang terjadi gempa bumi dalam sejenak.
“Yak.  Apa yang bocah gila itu lakukan?” Ucap Yoongi kepada Jin, Namjoon, dan Hoseok yang sedang berada dalam satu kelas. Mereka hanya mengangkat bahunya mengisaratkan tidak tau.
Sedangkan dilapangan basket, dua orang namja gila yang sedang bolos ikut berteriak juga.
“Yeeeyyy!!! Jungkoookk!! Chinguku..!!” yah, siapa lagi kalau bukan taehyung dan jimin. Para fansnya yang melihat mereka bermain basket ikut menyerukan nama jungkook juga.
“Morning Everyone! Okay, kalian pasti sudah mengenalku’kan? Ya, aku adalah seorang namja tampan yang pintar dan lucu dari kelas 2-3. Jeon-Jung-kook.! Kalian pasti bertanya-tanya mengapa aku melakukan ini ya’kan?” Jungkook mengatakannya bak seorang penyiar radio remaja. Para yeoja semakin histeris dan berkata-kata sendiri.
“Ne, kenapa kau melakukannya Jungkook-ah?”
“Oppa, apa kau ingin menembakku lewat speaker sekolah.”
“Jungkook-ah, saranghae”
“ Sebenarnya, aku ingin menceritakan sebuah dongeng kisah nyata kepada kalian, kemarin terjadi sebuah peristiwa yang mengukir sejarah dalam hidupku. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, ada yeoja yang menghiraukan seorang Jeon Jungkook. Karena itulah, alam menghukumnya dengan membuatnya melupakan sesuatu yang sangat berharga ditempat itu. Dan sesuatu yang berharga itu adalah…… seorang pangeran tampan dan sebuah hati. Aku tau sekarang kau pasti sedang mendengarku.”
“Waaaaaa..!!!” Teriakan para yeoja semakin menjadi-jadi.
“Saat ini hatimu ada padaku. Aku sedang menahannya agar hatimu tidak kabur. Jadi, cepatlah ambil hatimu dan temui aku. Jika tidak, maka aku akan menancapkan panah cinta ke hatimu. See you Strange Girl.” Jeritan para yeoja menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Ada emosi yang membara didalam hati para yeoja itu.
“Ya! Siapa yeoja yang berani-berani mengacuhkan Oppaku?”
“Ahh eottoke? Jungkook menyukai yeoja lain.”
“Sial! Siapa yeoja yang sudah berani memberikan hatinya kepada pangeranku?!”
“Siapa sebenarnya yeoja itu?!! kalau saja aku menemukannya, aku pasti akan meremukannya, membakarnya hidup-hidup, lalu melemparnya ke kolam hiu.” Ujar seorang yeoja marah sambil melotot dan mengepalkan tangannya. Sementara itu, disampingnya ada seorang yeoja yang menundukan kepala sambil memandanginya. Ia hanya bisa menelan ludah melihat yeoja itu.
“Dasar namja bodoh! Sepertinya aku sedang dalam masalah besar. Hufh..” Ujar seorang yeoja
.
.
Jungkook membuka pintu lokernya dan disambut dengan banyak surat berwarna-warni dari fan nya, ia melihat sesuatu yang aneh. Surat yang berbeda dengan surat lainnya. Kertas putih polos yang dilipat membuatnya terlihat sangat sederhana. Hal itulah yang membuat jungkook penasaran akan isinya. Ia membuka lipatan kertas itu, tiba-tiba ia menyunggingkan senyuman. Sedangkan dibelakangnya seorang yeoja membuka pintu lokernya dengan kasar dan raut kesal.
.
.
. Hyeri Pov. (Momo)
Kubuka pintu lokerku sedikit kasar. Saat ini mode badmood ku sedang ‘on’. Jam pelajaran selanjutnya adalah olahraga dan aku harus lari-lari meskipun aku sedang datang bulan. Hufh.. Saat aku hendak mengambil sepatu olahraga, aku terhenti karena suara ramai hentakan kaki mengisi koridor sekolah. Terlihat seorang namja tinggi berambut coklat berhenti dihadapanku dengan nafas yang terengah-engah.
“Jin Sunbae! Wae? Gwenchana?” Dia menghiraukanku. Tapi, tiba-tiba dia langsung menarik tanganku dan memasukkanku kedalam loker bersama dengan dirinya.
Disinilah aku sekarang. Didalam loker sempit yang gelap bersama seorang namja tampan dan saling berhimpitan. Jarak badan antara kita saat ini adalah 0 cm,sedangkan jarak wajah adalah 5 cm. Untung saja di setiap loker ada lubang seperti ventilasi dipintunya sehingga ada oksigen dan sedikit cahaya yang masuk. Aku merasa ada suara operator dikepalaku “mode badmood off”. Apa yang harus kulakukan?  Kucoba untuk memecahkan suasana hening dan canggung yang tercipta diantara kita.
“Kenapa Sunbae selalu sembunyi didalam loker?”
“Aku melakukannya bukan hanya untuk sembunyi.” Astaga, apa maksutnya dia memang sengaja memasukanku keloker karna ingin mendekatiku. Apa yang akan dia lakukan padaku?
“Saat aku ingin sendiri dan banyak pikiran, aku sering menghilang dari gerombolan BTS dan diam-diam masuk kedalam loker sambil menutup mataku dan mendengarkan music. “
“Wae? Kenapa sunbae suka sekali berada didalam loker?”
“Ketika aku didalam loker. Keadaan disekitar gelap semua. Aku merasa tidak ada seseorang pun didunia ini selain aku. Hanya aku sendirian, tanpa beban dan masalah apapun. Waktu seakan berhenti berputar.  Alunan musik ditelingaku membuat pikiranku semakin segar. Aku sangat menyukainya.”
Ucapan Jin membuat jantungku berdegup kencang. Kalian tahu kenapa? Karna itu berarti saat ini ia merasa bahwa hanya ada kita berdua didunia ini.
“Bolehkah aku meminjam mp3mu? Ada sebuah lagu yang sangat aku sukai disana.”
“tentu saja. Ambillah, kau bisa mengembalikannya kapanpun kau mau?” Hyeri menyodorkan mp3 nya ke tangan Jin.
“lagu yang kau sukai itu…, lagu yang mana?” Tanya Hyeri penasaran.
“Sebenarnya…..” “Cklek.!” Belum sempat Jin meneruskan kalimatnya kita sudah dikejutkan dengan namja berlesung pipit yang membuka lokerku dengan beberapa namja lain dibelakangnya. Kurasa, para namja itu lebih terkejut daripada aku karena mata mereka lebih terbelalak daripada mataku.
“Jin.!!” Ucap Namjoon dengan ekspresi bodohnya, sedangkan yang lain menganga melihat kami. Kami langsung mengeluarkan diri kami dari dalam loker. Sepertinya sekarang saat yang tepat untukku menghilangkan diri. Andai saja aku bisa berteleportasi, mungkin aku bisa menghindari tatapan aneh dari para namja ini. Aku membungkukukan badanku kepada mereka lalu berlari dengan kecepatan cahaya. Kulihat sekilas Jin mengukir lengkungan di bibirnya disaat yang lain melihatku seperti psikopat karena melihat tingkah anehku.
“ Hyung, apa yang kau lakukan dengannya?” namja pendek itu menatap dengan intens
“Jin, apa kau sudah gila? Bagaimana kau bisa berada didalam loker dengannya?”
“Ne, aku rasa aku memang sudah gila. Aku gila karena tertarik pada gadis gila.” Jin terus saja mengukir senyuman di bibirnya. Sedangkan Jimin terlihat sangat terkejut mendengarnya.
“Sepertinya kau akan berubah seperti Jungkook.” Ucapan Hoseok membuat Jin tersadar
“By The Way,  Jungkook-ah odiseo.?” Jin celingak-celinguk melihat gerombolan temannya
“Dia bilang akan menemui bidadarinya di surga, dia memang sudah tidak waras.” Hoseok memutar-mutarkan jari telunjuk disamping kepalanya.
“Hati-hati, jangan sampai kau seperti dia.”
“Mianhae Yoongi, tapi sudah terlambat.”
.
.
.
Suara langkah kaki dan siulan seorang namja memenuhi tangga sekolah. Ia membuka sebuah pintu dan….. disinilah si namja bergigi kelinci sekarang berada. Surganya seorang Jeon Jungkook yang tidak lain adalah…. ‘atap sekolah?’ . Jungkook baru saja tiba dan sudah dikejutkan oleh seorang yeoja berkuncir satu yang sedang berdiri di pinggiran pembatas atap dan menatapnya dingin. Jungkook terlihat sangat bingung, lalu sebuah kata terlontar dari mulutnya
“Andwe.!” Teriak jungkook sambil mengisyaratkan tangannya untuk berhenti
“Jangan lakukan! Kumohon! Jangan lakukan itu! Apapun masalahmu pasti ada solusinya. Umurmu masih panjang, jangan sia-siakan masa remajamu. Kau itu cantik, untuk apa kau mau bunuh diri?! Apa karna diputus pacarmu? Tenanglah, si tampan ini bisa menjadi milikmu. Kumohon! Jangan melompat!” Si namja bergigi kelinci mencoba meyakinkannya untuk tidak melompat dari atap, sedangkan si yeoja hanya terdiam dan melihatnya dengan tatapan aneh.
“Apa kau gila?” yeoja itu mengucap dengan entengnya. Jungkook terdiam dan bingung.
“kau yang gila! Nona, sekarang kau yang sedang berdiri di pembatas atap bukan aku.”
“kapan aku mengatakan kalau aku mau bunuh diri.? Pakai otakmu! Jika aku memang berniat bunuh diri, aku pasti sudah melompat dari tadi. Untuk apa aku masih menunggumu?”
“Jadi…, kau menungguku? Itu berarti surat ini memang dari dirimu?” jungkook memperlihatkan selembar kertas putih di tangannya.

                                          

“tapi, kau memang benar-benar tidak ingin bunuh diri kan?” yeoja itu hanya menghela nafas.
“Jangan berlebihan. Itu hanya selembar kertas bukan surat.”
“Tepat sekali! Ini pertama kalinya seorang yeoja hanya memberiku selembar kertas jelek dan sederhana, bukan surat dengan amplop berwarna-warni yang dihiasi stiker love.”
“Sudahlah, aku tidak punya waktu untuk mendengarmu menceritakan hal bodoh. Mana barangku?” yeoja itu menjulurkan tangan panjangnya dengan jari-jari yang ramping.
“Oh, maksutmu hatimu ini?” jungkook mengambil sebuah benda dari sakunya dan memperlihatkannya .
“Sini, berikan padaku!”
“Kau yang membutuhkannya. Seharusnya kau yang kemari bukan aku.” Yeoja itu mendengus kesal. Ia turun dari pembatas atap dan mulai melangkahkan kakinya mendekati jungkook. Saat si yeoja hendak meraih kalungnya di tangan jungkook, dengan cepat jungkook menjauhkan tangannya dari jangkauan si yeoja.
“Ya! Apa yang kau lakukan? Cepat berikan kalungku!” Yeoja itu terus saja mencoba menggapai tangan jungkook meskipun tubuhnya lebih pendek dari jungkook. Sementara jungkook hanya terkekeh melihatnya sambil terus merubah-ubah arah tangannya agar si yeoja tidak dapat menggapainya. Tiba- tiba gerakan yeoja itu terhenti. Mukanya menjadi sedikit memerah karena wajahnya hanya berjarak 3 centi dengan jungkook ditambah lagi sebuah tangan yang sedang melingkar erat dipinggangnya membuatnya harus meneguk salivanya sendiri.
“Aku sudah menemukan kalung berhargamu. Seharusnya kau memberikan sesuatu kepadaku sebagai tanda terima kasihmu.” Ujar Jungkook dengan senyum evilnya kepada yeoja yang sedang membeku dan berjarak 3 centi darinya. Tatapan mereka semakin lama terasa semakin dalam sampai-sampai secara tidak sadar jungkook otomatis mengikis jarak diantara wajah mereka. Wajah mereka semakin dekat… semakin dekat… dan semakin dekat… lalu…
“Arghhh..!!!” jungkook meringis kesakitan sambil mengelus-elus kakinya.
“itu tanda terima kasihku.”  Kini Yeoja itu yang memperlihatkan senyum evilnya.
“Dengan menendang tulang keringku?!!!” yeoja itu hanya tersenyum dengan wajah tak bersalah. Ia kemudian  mulai meninggalkan jungkook yang tengah meringis kesakitan.
“Hei.. tunggu! Setidaknya beritahu aku siapa namamu!” yeoja itu menghentikan langkahnya dan membalikan badannya menghadap jungkook.
“Jika kau ingin tahu namaku, balikan badanmu dan hitung sampai 10.” Dengan cepat jungkook berlari menghadap satu-satunya pintu keluar dari atap tanpa mempedulikan kakinya yang masih kesakitan.
“untuk apa kau harus berdiri di depan pintu keluar?”
“aku bukan namja pabo! Saat aku membalikan badanku kau pasti akan keluar melewati pintu ini, lagipula posisiku sekarang sudah membelakangimu.”
“Yayaya…. Kau memang namja yang sangat cerdas!” yeoja itu menggelengkan kepalanya. Jungkook tersenyum sembari mulai menghitung.
“Hana.., dul, set, net, dasot, yosot, ilgop, yodol, ahop, YOL.!!” Jungkook dengan sigap melompat dan membalikan tubuhnya, namun… betapa menganganya mulut jungkook melihat yeoja itu sudah hilang bagaikan ditelan bumi.
“Ye.. ye.. yeoja itu... hilang? Bukankah hanya ada satu jalan untuk pergi dari sini, yaitu…” jungkook berlari ke pembatas atap dan menatap kebawah.
“….Jatuh..? ,tapi dia tidak ada dibawah. Bagaimana mungkin seorang yeoja bisa menghilang dengan tiba-tiba? Apa gadis itu memiliki kekuatan teleportasi? Atau jangan-jangan…..” jungkook sontak memeluk tubuhnya sendiri dengan muka ketakutan.
“… dia hantu? Ah. Aniyo, itu mustahil… Aku tau sekarang! Aku tau dia siapa.” Jungkook menyunggingkan senyum kemenangan bak memenangkan sebuah olimpiade.
“Yeoja itu adalah…. seorang bidadari yang pergi ke atas awan dengan terbang sembari mengepakan sayap indahnya.” Jungkook tidak bisa membuat lengkungan dibibirnya kembali menjadi datar. Dia menyandarkan kedua tangannya di atas pembatas atap. Lamunan jungkook dibuyarkan oleh suara bentakan. Ia mengikuti asal suara dan melihat seorang kaum hawa dan kaum adam sedang beradu mulut dibawah.
.
.
.Jimin Pov
Aku memasuki kelas bertuliskan 2-1. Baru sampai didepan papan tulis, aku langsung menghentikan langkahku. Kulihat si Idiot Nerd sedang memegang pensil, ah tidak!, lebih tepatnya menggenggam erat pensil diiringi dengan ocehan murid sekelas yang sedang membullynya. Lalu “Ctakk..!” aku terkejut melihatnya. Sepertinya dia sangat marah sampai-sampai pensil yang digenggamnya patah. Namun hal itu, tidak menghentikan ocehan mereka.
“Uuuhhh, bagaimana ini aku takut sekali? Apa kau akan membunuhku? Hahahah”
Si Idiot Nerd langsung berdiri dan pergi keluar kelas. Saat melewatiku, ia bahkan tidak melirikku sama sekali. Kulihat sekilas matanya berkaca-kaca. Kuharap dia baik-baik saja. Astaga! Apa ini? kenapa aku tiba-tiba mengkhawatirkannya? Mungkin aku hanya merasa bersalah. Tiba-tiba Eunbi berjalan melewati kelasku. Aku sontak mengejarnya karna ada hal yang harus kukatakan.
.
.
.Hani Pov. (Sana)
Aku mendudukan diriku di bangku belakang sekolah. Air mata sedang bercucuran memenuhi mukaku. Sesekali kuusap air mataku, namun air mataku tidak bisa berhenti mengalir. Aku melampiaskan kemarahanku dan kekesalanku disini, karena disini aku bisa menangis dan marah-marah semauku tanpa ada seorang penonton.
“hiks.. hiks.. memangnya kenapa kalau aku nerd?! hiks.. apa salahnya menjadi nerd?! hiks.. Tuhan tidak akan menghukum seorang nerd, hiks.. tapi Ia akan menghukum orang yang menghinanya!! Dasar kalian semua Pabo!! Hiks.. hiks..” Aku perlahan menghentikan isakanku. Entah karena aku terlalu banyak menangis, atau aku memang mendengar suara pertengkaran?. Aku menolehkan kepalaku ke balik dinding. Ternyata memang ada 2 orang yang sedang bertengkar. Omo! Itukan Jimin dan Eunbi. Aku terus mengintip mereka dari balik dinding.
“Sampai kapan kau akan terus menyukainya? Berhentilah menyukainya sekarang. kumohon”  ujar jimin dengan nada memelas.
“Kau pikir hatiku ini seperti robot yang bisa kau kontrol semaunya.”
“jika kau terus menyukainya kau akan terluka.”
“Berhentilah beromong kosong! Kau sendiri yang akan terluka kalau kau terus seperti ini. “
“Jin hyung sudah menyukai gadis lain! Dia mengatakannya tadi padaku” ucapan Jimin berhasil membuat Eunbi terdiam. Lalu perlahan matanya mulai dipenuhi air mata.
“Kau bohong! Kau berbohong agar aku berhenti mencintainya dan berpindah hati padamu kan?!”
“Aku tidak pernah berbohong padamu. Kumohon aku hanya tidak ingin kau terluka.”
“Aku tidak peduli! Meskipun dia menyukai gadis lain atau menyukai nenekku sekalian, bahkan jika pada akhirnya aku terluka, aku juga tidak peduli. Aku akan tetap menyukainya. ” Mendengar hal itu Jimin langsung tidak bisa berkata-kata, matanya pun mulai berkaca-kaca. Eunbi melangkah pergi meninggalkan Jimin.
“Hwang Eunbi.!!” Eunbi hanya menghentikan langkahnya tanpa menoleh Jimin.
“Apakah benar-benar sudah tidak ada ruang untukku dihatimu?” Tanya Jimin dengan nada memelas. Eunbi hanya menjawabnya dengan satu kata dan melanjutkan langkahnya.
“Mianhee….”
Jimin hanya diam menatap lesu punggung Eunbi yang terlihat semakin menjauh. Lalu, Jimin tiba-tiba menoleh ke belakang. Sontak aku langsung menyembunyikan kepalaku. Terdengar suara langkah kaki. Hatiku mulai berdegup kencang. Bagaimana ini? apakah dia melihatku? Apa sekarang dia menuju kemari? Tuhan, apa yang harus kulakukan?. Tunggu dulu.., suara langkah kaki itu hilang. Kurasa dia sudah pergi, dengan cepat aku mengangkat bokongku dari bangku dan berlari menuju sekolah .
“Bukkkk!” aku terjatuh karena tertabrak ah ani.. menabrak seseorang. Kudongakkan kepalaku untuk melihat wajahnya.
“Apa hobimu itu menabrak orang?” Aku dikejutkan oleh Jimin yang sedang berdiri didepanku. Ternyata dia belum pergi, tapi masih berada dibalik dinding.
“Jadi, kau benar-benar bisu ya? Aku bertanya padamu tapi kau hanya menatapku. Kau menyukaiku?”
“Mwo?!! A.. a.. aniya. untuk apa aku menyukai namja berengsek sepertimu, bahkan meskipun didunia hanya tersisa satu namja, aku tetap tidak akan mau padamu .
Tapi anehnya Jimin bertingkah seperti tidak terjadi hal apapun . Matanya masih berkaca-kaca sesaat yang lalu, tapi sekarang dia sudah berubah menjadi namja berengsek tukang bully lagi.
“Mi.. Mianhae Jimin-ah. Aku akan pergi sekarang.” Aku melangkahkan kakiku untuk segera pergi. Namun, Jimin tiba-tiba menarik tanganku dan memaksaku duduk. Aku dan Jimin duduk berdua dibangku belakang sekolah. Astaga, rasanya canggung sekali. Aku tidak tau apa yang harus kukatakan. Kemudian Jimin mulai angkat bicara tanpa menolehkan pandanganya padaku.
“Kau mendengarnya kan?”
“Mendengar apa maksudmu?”
“Sudahlah. Jangan berpura-pura. Kau tau apa yang kumaksud.”
“Mianhae, aku tidak sengaja.”
“Bisakah kau berhenti mengatakan ‘mianhae’?!. Aku bosan mendengarmu minta maaaf.” Aku hanya menganggukan kepalaku pelan.
“Jadi, sekarang kau tau kan. Si Imut Park Jimin yang usil, yang digilai banyak yeoja, yang selalu ceria dan tertawa. Sebenarnya, ia hanyalah seorang namja berengsek dan pecundang yang memiliki cinta bertepuk sebelah tangan.”Jimin terus menundukan kepalanya.
“Tenang saja, rahasiamu aman bersamaku. Dan juga, kau bukan seorang pecundang”
“Kau payah dalam menghibur orang. Aku yakin dimatamu aku seorang namja yang brengsek.”
“Aku berkata jujur!. Untuk apa aku menghiburmu disaat aku sendiri butuh hiburan?. Kau memang sedikit brengsek. Kau sering menghina orang lain semaumu. Tapi, aku tau kalau sebenarnya kau itu namja yang baik. Kau melakukannya hanya untuk melampiaskan kekesalanmu, bukan karna kau menyukainya.” Kata-kataku berhasil membuat Jimin menolehkan pandangannya padaku dan menatapku dalam.
“Mianhae.. untuk semua yang sudah aku lakukan padamu. Jika kau kesal padaku, kau boleh mengumumkan hal tadi di speaker sekolah seperti yang Jungkook lakukan.”
“Aku sudah bilang kan! Semarah apapun aku padamu, aku tidak akan membocorkannya.”
“Wae.??”
“Karena…. Aku tidak suka jika ada seseorang yang tersakiti karena aku.” Jimin semakin memperdalam tatapannya. Aku tidak peduli meskipun dia menatapku sampai matanya keluar. Yang kutakutkan sekarang adalah…bagaimana jika aku akan terhanyut dalam tatapannya?. Aku semakin takut karena Jimin sedang mengukir seyuman dibibirnya.
“Jadi, sekarang kita teman?.” Jimin memberikan tangannya untuk mengajakku bersalaman, lalu aku menjabat tangan Jimin sambil memperlihatkan senyum indahku.
.
.
.
Mata-mata para namja dikantin terkunci pada sebuah siluet indah yaitu pemandangan 5 yeoja yang sedang duduk di kantin VIP. Mereka terlihat sedang bercanda tawa membuat mata para namja semakin terkunci pada mereka. Kecuali, seorang yeoja yang sedang mengaduk-aduk jusnya tanpa henti sambil melamun. Yeoja lain menatapnya dengan tatapan iba.
“Sudahlah unnie.., jangan terlalu dipikirkan.”
“Eoh, benar kata Yewon. Aku yakin jungkook hanya bermain-main dengannya.”
“Kalimatmu benar 100%  Yuna. Lagipula mana ada gadis di sekolah ini yang dapat menandingi kecantikan seorang Kim Sojung, kecuali aku tentunya. Hehe” Eunha mencoba menghibur unnie nya dengan tawa cengirnya.
“Aku tau, tapi tetap saja. Aku tidak suka dengan apa yang dikatakan jungkook tadi. Awas saja kalau yeoja itu sampai berani menggodanya!.” Sojung memegang erat gelas jusnya.
.
.
.Taehyung Pov.
Aku mengarahkan seluruh bola mataku ke segala penjuru mencoba mencari buku bertuliskan ‘KIMIA’. Ah! Ini dia. Kutarik sebuah buku dari dalam deretan buku sains. Ternyata tidak sia-sia usahaku meneliti seluruh lekuk-lekuk perpustakaan yang menghabiskan waktu 2 jam. Disaat seluruh siswa sudah kembali ke asramanya aku masih harus mencari buku sial ini. Aku merogoh sakuku dan mengambil benda berbentuk persegi. Mulailah ku gerakan jari-jariku.
Line (bts group)
Taetae : chingu-ya odiga.??
Namjoonie : Basket yard, come here.. now.!
Taetae : On The Way, hyung. J
Segeralah kulangkahkan kakiku menuju pintu keluar perpustakaan yang sudah sepi dan sedikit gelap, layaknya di film-film horror. Aku ingin sekali cepat-cepat keluar dari sini. Namun, sebuah siluet berhasil menghentikan langkahku saat aku hendak sampai di pintu keluar. Aku tidak melangkahkan kakiku kedepan, tapi malah melangkah mundur 3 langkah. Aku menolehkan kepalaku dengan sedikit ragu sembari menutup mataku. Akankah ini menjadi film horror sungguhan?. Kepalaku sudah kuputar 90 drajat. Aku membuka mata kananku. Setelah kuyakin apa yang kulihat, aku membuka mata kiriku juga. Terukir sebuah lengkungan di bibir seksiku. Aku kembali merogoh saku dan mengambil benda persegiku. Kuarahkan kamera handphoneku ke pojok perpustakaan dan “Klik”. Kutekan tombol ‘Save’. Lalu, kuteruskan perjuanganku untuk segera pergi dari tempat ini.
.
.
.Lapangan basket
Sebuah pemandangan indah terpampang nyata di tribun lapangan basket. Gerombolan para namja tampan yang sedang bercanda dan tertawa bersama. Kemudian seorang namja tinggi dengan earphone ditelinganya dan senyuman diwajahnya memasuki lapangan basket dan mendudukan dirinya disamping mereka. Keempat namja itu hanya menatapnya aneh.
“Ya., gwenchanayo?” Tanya Hoseok dengan penuh kekhawatiran. Tak lama kemudian datang lagi seorang namja bergigi kelinci duduk di samping mereka sambil tersenyum dan tertawa melihat secarik kertas yang ada ditangannya.
“Awalnya kalung, sekarang berubah menjadi secarik kertas. Hyung semakin hari semakin gila saja.” Shownu hanya bisa menghela nafas. Lalu, datang lagi seorang namja alien yang sedang tertawa senang sambil melihat suatu pemandangan di ponselnya.
“Jinja.!! Kau kenapa juga Tae? Apa kau kesurupan hantu perpustakaan?” Namjoon hanya mendapat balasan berupa gelak tawa dari Taehyung. Meskipun tawanya bukan dikarenakan pertanyaan konyol namjoon.
“Dasar namja aneh.!” Ejek Namjoon. Kemudian datanglah lagi seorang namja berwajah baby face, namun keimutannya tertutupi oleh ekspresinya yang sedang kesal. Ia membanting tasnya dan mendudukan dirinya dengan kasar. Tapi, tiba-tiba dia terkekeh sendiri. Para namja itu semakin bingung melihat keadaan namja yang terakhir datang.
“Aishh!! Jinjjayo.! Kau juga kenapa lagi Jim?! Kau itu yang paling aneh diantara mereka. Kau kesal tapi kau terkekeh.” Yoongi mulai kesal melihat tingkah chingu dan dongsaengnya.
“Ada apa dengan kalian! Kenapa otak kalian rusak secara bersamaaan? ” namjoon mulai kesal juga meratapi mereka.
“Jin, ada apa denganmu? Kalau mereka bertiga, aku bisa maklum karna mereka memang namja yang tidak waras dari dulu. Tapi kau…., ini pertama kalinya kau seperti ini.” tingkah Jin semakin membuat Hoseok khawatir, karna ia juga tidak mau jika temannya yang masih waras ikut berubah menjadi seperti dongsaengnya yang kelainan jiwa. Sayangnya keempat namja tersebut menghiraukan kecemasan chingunya dan tetap terlelap dalam lamunan. Sampai….. Jin yang awalnya menjaga agar bibirnya terus melengkung tiba-tiba membelalakan matanya dan merubah bentuk bibirnya menjadi huruf ‘o’.
“Yak!! Aku lupa, aku harus menemui Mr.Park 15 menit yang lalu. Aku pergi dulu.” Jin mengambil tasnya dan berlari secepat kilat meninggalkan para dongsaengnya.
.
.
.Jin Pov.
Saat ini aku merasa seperti sedang berada dalam balap lari, namun bukan dengan manusia melainkan dengan kuda. Ah.. bisa mati aku!. Kalian pasti heran kenapa aku sampai mau hampir kehabisan nafas hanya karna seorang guru disaat semua guru disini takut untuk menghukumku. Itu karna…, guru yang satu ini berbeda. Mr.park adalah guru terkiller di sekolah ini. Kepala sekolah dan semua guru disini takut padanya. Bahkan, pemilik sekolah sangat hormat padanya apalagi orang tuaku. Padahal dia tidak lebih dari seorang guru kimia. Terus saja kutancap gasku tanpa mengerem sedikitpun hingga….
All I wanna do, Is be with you, be with you…
Telingaku menangkap sebuah suara merdu yang sangat familiar. Suara itu seakan magnet yang menarikku untuk mendekat. Entah kapan aku merubah arah jalurku, tiba-tiba aku sudah berada didepan ruang music. Mataku menangkap seorang yeoja berambut keriting yang sedang menyanyi dengan merdunya sambil menekan-nekan chord piano.
There’s nothing we can do, Just wanna be with you
Only you
No matter where life takes us nothing can break us apart..
You know its true
I just wanna be… with… you...
Ia mengakhiri lagunya dengan nada rendah yang sangat halus. Tapi, ia sangat terkejut dan sontak memberdirikan tubuhnya saat melihatku berdiri di ambang pintu. Apakah aku seperti hantu??.
“Apa aku sejelek itu? Kau sangat terkejut saat melihatku seperti melihat hantu.”
“A.. aniyo.., Sejak kapan sunbae ada disana?”
“Entahlah, mendengar suaramu membuatku lupa akan segalanya.” kuberikan senyumanku yang paling menggoda. Wajahnya semakin terkejut setelah mendengar kalimatku dan berubah menjadi semerah tomat sampai…. Daebak! Ia imut sekali..!!
“Suaramu merdu, dan lagunya juga bagus. Apa kau membuatnya sendiri?”
“Gomawo sunbae. Sebenarnya, itu lagu dari film High School Musical.”
“Judulnya apa?”
“Just Wanna Be With You”
“Me too.” Dua kata dariku yang berhasil membuat wajahnya lebih merah daripada tomat. Entah kenapa aku sangat suka menggodanya.
“Oh ya sunbae, apa yang mau kau katakan?” kurasa ia mencoba mengalihkan pembicaraaan.
“Mengatakan apa? Kau berharap kata ‘Saranghae’ keluar dari mulutku?” mengalihkan pembicaraan tidak akan berhasil Yoon Hyeri.
“A.. aniyo.. mak.. maksutku bukan seperti itu. Tadi siang kau belum meneruskan kalimatmu ingat?” video 6 jam yang lalu muncul di benakku ‘sebenarnya…..’ ah! Aku ingat sekarang! tadi siang aku ingin mengatakan sesuatu tapi tidak complete karna segerombolan namja gila datang kepadaku dan membuat Hyeri berlari.
“Oh yang itu, ehmm…. Aku ingin bilang kalau sebenarnya...”
“Drrttt Drrtt Drrttt” Hyeri merogoh ponselnya didalam sakunya. Ya Tuhan! Lagi?! Kurasa aku memang tidak ditakdirkan untuk mengatakannya. Setelah mengotak-atik ponselnya, ekspresinya berubah 360 drajat. Warna merahnya hilang berubah menjadi warna putih.
“Mianhae sunbae, aku harus pergi sekarang juga.” Sepertinya ia tergesa-gesa.
“Tunggu, beritahu aku dulu siapa namamu.!” Kutarik pergelangan tangannya.
“Namaku Yoon…”
“Park!!!” Ujarku memotong. Sekali lagi, aku melupakan Mr.Park.
“Baiklah, kau pergi saja karna aku juga harus pergi.” Aku dan yeoja itu sama-sama berlari menujuh arah yang berlawanan. Suaranya memang membuatku lupa akan segalanya, bahkan Mr.Park. Aku terus berlari dan berlari hingga berada tepat didepan pintu coklat bertuliskan “Teacher’s Room”. Ini hanya pintu coklat sederhana tapi dimataku ini menjadi pintu merah neraka. Kutarik nafas dalam dan kubuka pintu itu.
.
.
.
Jam dinding menunjukan 06.30. 15 menit lagi bel jam pertama berbunyi namun koridor-koridor sekolah masih ramai dengan suara para murid Sevit High School. Bahkan, diantara mereka ada yang sedang bermain skateboard. Pintu masuk kaca terbuka dan menampakan beberapa yeoja cantik yang melangkahkan kakinya masuk kedalam sekolah. Suasana koridor menjadi lebih tenang dari sebelumnya. Seluruh pandangan mata terpukau mengarah pada mereka. Mereka terus berjalan santai dengan pandangan mata lurus kedepan. Semua murid yang ada dikoridor merapat ke tembok untuk memberi jalan pada mereka. Entah mengapa para murid itu melakukannya, padahal yeoja-yeoja itu bukan GFriend. Terdengar banyak bisikan-bisikan dari para murid.
“Siapa mereka?”
“Apa mereka anak baru? Aku tidak pernah melihatnya.”
“Mereka cantik juga.”
“Apa maksutmu cantik? Bahkan, kata ‘cantik’ tidak dapat digunakan untuk mendefinisikan mereka. Mereka seperti malaikat yang turun dari surga.”
“Mereka terlihat seperti sekumpulan gadis sombong.”
“gwenchana, asalkan mereka tidak menggoda BTS. Tidak akan terjadi perang.”
“Dia….” Ucap seorang namja bergigi kelinci

TBC
 
 Jadi gimana? gaje ya? maklum lah masih amatiran. Jangan lupa komen reader diperlukan. critize will be okay, but don't judges.!! okay, see you in next part.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar