Dangerous angels
Title : Dangerous angels
Author : Mrs. Me
Cast :
Ø Sana twice as lee
hani
Ø Momo twice as yoon hye ri
Ø Tzuyu twice as go
baek hee
Ø Nayeon twice as
im nayeon
Ø All member bts
Ø Shownu monsta x
as ahn shownu
Ø All member
gfriend
Genre : school live, romance, action
# PART 1
.
. Jam Istirahat
Terlihat 4 yeoja nerd yang sedang duduk di sebuah
bangku di kantin, tampaknya mereka sedang asik melahap makan siang mereka.
“ Daebak.!
Entah aku yang memang kelaparan atau memang makanan di kantin hari ini
benar-benar lezat.” Puji Hani dengan makanan yang masih bersarang dimulutnya.
”Dasar yeoja rakus!”Hina Hyeri.
“Bukan karna
rakus! Sebelum mengerjakan tugas kemarin malam, aku belum makan. Setelah
mengerjakannya aku terlalu lelah jadi aku tertidur.” Jelas Hani karena tak
terima dirinya dihina.
“Kau hanya
tidak makan semalam dan sekarang makanmu seperti orang yang tidak makan
setahun. Kau bisa sakit perut nanti.” Hina Baekhee.
“Melihat makanmu sekarang membuatku yakin kalau
beratmu akan bertambah 5 kilo kurang dari sejam.” Tambah Nayeon dengan muka mengejek.
“Sudahlah.
Aku tidak mau peduli, kalian bisa mengatakan apa saja yang mau kalian katakan,
aku akan mengambil makanan lagi.” Sahut Hani sambil memegang nampan makanan dan
mengangkat bokongnya dari bangku.
Saat ia melangkah membalikan badan “Bukk!!”. Hani tidak sengaja menabrak seorang yeoja.
Seragam yeoja itu kini berlumuran kari ayam. Hani dan teman-temannya sangat
terkejut ketika melihat siapa yeoja yang ditabrak Hani.
“Mati aku..!!! Dia kan Hwang Eunbi.” Ucap Hani dalam
hati dengan mimik wajah gemetarnya.
“Aishh. Ya! Apa kau buta?!”
“Mi.. mi.. mianhae.. Eunbi-ya, aku tidak
sengaja” Hani mencoba membersihkan seragam
Eunbi dengan tisu. Tapi, Eunbi malah membuang tangan Hani.
“Hei jangan menyentuhku!! Kau bukan membersihkannya
tapi malah membuatnya kotor dengan sentuhan tanganmu.” Hyeri, Baekhee, dan
Nayeon, hanya diam dan melihatnya dengan wajah kesal. Mereka tidak terima
dengan hinaan Eunbi. Tangan Nayeon dan Hyeri mulai mengepal, saat mereka
mencoba berdiri Baekhee langsung menarik tangan mereka sambil menggelengkan
kepala. Ia mencoba menahan amarah temannya. Daripada Nayeon dan Hyeri yang
berdiri lebih baik ia sendiri yang berdiri.
“Eunbi-ya tolong maafkanlah dia. Dia kan tidak
sengaja. Berikan saja seragammu padanya biar dia yang membersihkannya.” Ucap
Baekhee dengan nada yang lembut.
“Diam kau! Tidak usah ikut campur, memangnya siapa
yang menyuruhmu untuk ikut bicara?!” Sahut Eunha. Baekhee hanya terdiam.
Tiba-tiba anak BTS datang.
“Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut?” Tanya Namjoon.
“Eunbi-ya,
gwenchana? kenapa seragammu penuh
dengan kari?” Jimin memasang muka khawatir dan heran.
“Ini semua gara-gara yeoja jelek ini! Jin lihatlah dia
menumpahkan kari ke seragamku.” Eunbi tiba-tiba merengek kepada Jin.
“Kau sudah berkaca mata tebal tapi tetap tidak bisa
melihat. Kau harus tau bedanya rabun dengan buta.”Jimin ikut memarahi Hani yang
sedang menunduk membuat Hani semakin gemetar
“Sudahlah, ini kan hanya kari bukan cat. Masih bisa
dibersihkan dengan mudah. Jangan membesar-besarkan masalah kecil.” Ucap Jin
dengan santai sambil mengusapkan tisu ke seragam Eunbi. Sementara itu, namja
disamping Eunbi melihatnya dengan tatapan kesal.
“Baiklah. Aku akan memaafkanmu kali ini.” Lalu
mereka semua pergi menuju kantin VIP di lantai atas yang digunakan khusus hanya
untuk mereka. Empat yeoja itu menghembuskan nafas lega setelah kepergian
mereka.
“Keundae…, bukannya didalam kamus mereka memaafkan
artinya mendendam?” Kata Nayeon yang berhasil membuat ketiga temannya langsung
menatapnya secara bersamaan.
.
.
.Hyeri Pov. (Momo)
Aku menunduk dan melihat 4 pasang kaki yang sedang
melangkah secara bersamaan. “Hey sepertinya kita memang benar-benar sahabat
sejati, bahkan langkah kaki kita sama.” Ucapku dengan sedikit tersenyum.
“Tentu saja.! Tapi otak kita berbeda IQku lebih tinggi daripada IQmu.” Sahut
Baekhee dengan senyum ejeknya yang berhasil membuat senyumanku berubah menjadi
wajah kesal dengan cepat. Nayeon hanya terkekeh mendengar ucapan Baekhee dan
melihat ekspresiku.
“Baekhee-ya sepertinya ada yang kurang pada dirimu.
Mana kalungmu? Ah! Apa kalungmu hilang! Bagaimana ini? Cepat cari!! Palli!
Bahkan meskipun harus ke ujung dunia, kau harus menemukannya!” sifat
berlebihanku telah keluar. Tapi dengan entengnya Baekhee menjawab
“Pabo! Hentikan sifat alaymu itu.Tidak bisakah kau
bertingkah seperti manusia normal?”
“Kenapa kau melepasnya? Kau tau kan kalau benda itu
sangat penting. Kau harus selalu memakainya dimanapun kau berada.” Ucap Nayeon.
“Arasseo. Aku
melepasnya karena akhir-akhir ini kalungku sering jatuh, sepertinya aku harus
memperbaikinya. Aku akan memakainya nanti.”
Lalu Hani
tiba –tiba menghentikan langkahnya. Kulihat dia sedang memegangi perutnya dan
sedikit meringis sakit sambil mengatakan . . .
“Sepertinya
aku harus ke kamar mandi sekarang.
Perutku sedang dalam keadaan darurat.”.
“Aku sudah
bilang kan padamu, tapi kau tidak mau mendengarkan .“ Ucap Baekhee. “Baiklah,
ayo kita ke kamar mandi” ajak Nayeon. Sebelum kita melangkah, Hani sudah lebih
dulu berlari secepat kilat mendahului kita. Aku, Nayeon, dan Baekhee menganga
melihat Hani.
“Apa dulu dia
atlet lari? Kenapa larinya cepat sekali?” Tanyaku keheranan.
“Bukan, dia itu memiliki kekuatan super seperti
Flash.” Sahut Baekhee dengan wajah kagum. Aku dan Nayeon melihat Baekhee dengan
wajah datar.
“Dasar yeoja gila! kau itu terlalu banyak menonton film
Marvel’s” . Aku hanya bisa menggelengkan kepala dan tertawa mendengar Baekhee
dan Nayeon. Kemudian aku tiba-tiba tersadar akan sesuatu, “Kalian pergi saja
duluan, aku harus mengambil sesuatu di lokerku.”. “Oke” satu kata dari Nayeon.
Aku mulai
berjalan menuju lokerku. Saat aku sudah sampai di depan lokerku, aku mulai
memegang gagang loker lalu lokerku sedikit terbuka dengan sendirinya. Aku
terheran karna seingatku aku sudah mengunci lokerku, aku memang yeoja ceroboh.
Dengan
perlahan kubuka lokerku, lalu bagaikan berisi emas batangan penuh. Aku sangat
terkejut ketika melihat apa yang ada didalam lokerku lebih tepatnya siapa.
Kulihat seorang namja tampan sedang menutup matanya dan duduk didalam lokerku
sambil menghadap dinding dengan earphone yang menancap di telinganya, earphone
tersambung ke mp3 yang digenggamnya.. tapi tunggu dulu,… bukankah itu mp3 ku?!.
Kucoba
beranikan diriku menyentuh bahunya dan menggoyangnya. Ku dekatkan wajahku agar
aku bisa melihat lebih jelas wajahnya. Lalu tiba-tiba matanya terbuka. ”Omo.!!” Aku terkejut setengah mati dan jatuh
tersentak ke belakang, Dia menoleh padaku, kini terlihat jelas wajahnya dan Sepertinya,
dia jauh lebih berharga daripada emas batangan karna ia …
“Jin Sunbae.!!”
ya, benar ia adalah Jin. Aku sendiri tidak tau mengapa dia bisa berada
didalam lokerku dan apa yang dia lakukan disana?.
“Kau!. Apa
yang mau kau lakukan? Kenapa kau mendekatkan wajahmu? Apa kau mau menciumku?”
“Mwo.?? A..
aa. Aniya..” aku terkejut dengan apa yang baru saja ia katakan, kenapa ia bisa
senarsis ini. Apa dia pikir aku ini penggemarnya?!. Kucoba menjelaskan apa yang
terjadi
“sebenar….”
“Ah aku tau,
ini pasti lokermu kan? Kalau begitu, berarti ini mp3 mu? Jadi, kau bukan mau
menciumku tapi mau mengambil mp3 yang kugenggam. Iya kan?”jin dengan cepat
memotong penjelasanku.
Kenapa ia tiba-tiba membuat argument sendiri tanpa
mendengar penjelasanku?! Ternyata lelaki tampan bisa membuatku jengkel juga,
tapi, mau bagaimana lagi? Aku hanya bisa menjawab
“Ne.”.
Dia mulai memberdirikan tubuhnya dan mengulurkan
tangannya padaku. Aku coba menyangkal apa yang sedang terjadi saat ini, apakah
dia menginginkan sesuatu dariku? Karna itukah dia mengulurkan tangannya?
Ataukah dia memang ingin membantuku berdiri? Ahh apa yang harus kulakukan? Jika
aku salah bertindak pasti aku akan sangat malu.
“ Hey, apa kau akan terus duduk dilantai? Tanganku
mulai lelah.” Ucapannya berhasil membuyarkan lamunanku. Kuputuskan untuk
menjulurkan tanganku dengan ragu dan saat tanganku sudah berada di
genggamannya, dia menarik tanganku dengan sangat kuat sampai-sampai tubuhku
juga ikut tertarik ke tubuhnya. Aku langsung mengambil langkah mundur dengan
cepat.
“Ini mp3 mu.”
sambil menyodorkan mp3ku, aku hanya terdiam sambil mengambil mp3 dari tangannya
“Kenapa kau bisa ada di dalam lokerku? Apa yang kau
lakukan disana?”
“Aku sedang
dikejar-kejar para yeoja gila, jadi aku bersembunyi dilokermu, lalu aku melihat
sebuah mp3 dan ternyata disana ada lagu yang sangat indah. Aku menyukainya.”
“lagu yang mana?” belum sempat jin menjawab tiba-tiba . . .
“KRINGG..!!” bel masuk berbunyi.
“Bye” ucap jin sambil melangkah pergi, selang 4
langkah ia kembali memutar badannya ke arahku dan mengatakan . . .
“Bye the way….. rambutmu lucu.!” Sambil memberikan senyuman
manisnya kepadaku dan melanjutkan langkahnya.
Ucapan Jin
membuatku berpikir, apa kalimat barusan benar-benar keluar dari mulut Jin
Sunbae? Sebenarnya dia sedang mengejekku atau memujiku? Tapi aku tidak peduli
lagi karna bagaimanapun juga ucapannya berhasil membuat wajahku terbakar.
.
.
.
.Di ruang kelas 2-1
Terdengar banyak sekali suara bising. Saat ini
keadaan ruang kelas 2-1 menjadi duplikat dari keadaan detik-detik titanic
tenggelam. Kecuali seorang yeoja berkacamata yang sedang menulis sesuatu di
bukunya. Sedangkan dibangku belakangnya ada seorang namja berwajah baby face
yang tengah melamun , saat ini wajahnya berubah menjadi evil face karna bad
mood.
Jimin Pov.
Sekarang moodku sangat buruk karna kejadian tadi.
Aku berpikir bagaimana caranya untuk mengatasi mood burukku, lalu kulihat
seorang yeoja sedang duduk di depanku. Kutendang kursinya dari belakang. Dia
menoleh dengan ragu kepadaku sambil memasang wajah takut.
“Ya! Bukankah kau yeoja jelek yang tadi menabrak
Eunbi di kantin?!” Tanyaku dengan sedikit membentak. Dia hanya terdiam.
“Apa kau bisu?! Ya! Jawab aku!! Kau pikir kau siapa
bisa mengabaikanku?!!” Teriakku yang membuat seluruh arah mata tertuju padaku. Kulihat wajahnya sangat ketakutan. Ekspresinya
sangat lucu sehingga membuatku semakin bersemangat untuk menggodanya.
“Mianhe” Jawabnya dengan suara lembut dan sedikit
gemetar.
“Apa kau bodoh?! Tidak ada gunanya kau meminta maaf
padaku. Siapapun yang membuat masalah dengan Eunbi itu artinya membuat masalah
denganku juga.”
“Dia memang bodoh lihat saja wajahnya sekarang,
terlihat seperti orang idiot.” Ucapan teman sekelasku berhasil membuat murid
satu kelas menertawainya.
“Ya! Kenapa kau diam saja?! Kau itu sudah buta ,
bisu pula!! Hidupmu menyedihkan sekali!!” Aku berhasil membuat suasana kelas
menjadi lebih heboh. Banyak terdengar suara murid lain dikelas yang juga
menghinanya. Dia hanya duduk terdiam sambil menundukan kepalanya.
“Jika aku jadi dia, aku pasti akan menutup wajahku dengan
helm. Hahaha”
“Dasar yeoja tidak tahu malu.!”
“Aku punya julukan untukmu. ‘Idiot Nerd’ mulai
sekarang aku akan memanggilmu dengan nama itu” Entah darimana ide julukan itu
muncul. tapi yang pasti, sekarang moodku berubah menjadi lebih baik.
.
.
.
.Jungkook Pov.
“ Tap! Tap! Tap! Tap..” Aku berlari menuju kelas. Sesampainya disana
kumasukan tanganku ke dalam kolom mejaku.
“Ketemu.!!. Dasar handphone nakal! Kenapa kau harus
tertinggal segala huh.?” Aku merasa seperti namja gila karna memarahi sebuah
handphone. Tapi aku tidak peduli, lagipula dikelas sudah sepi. Mereka semua
sudah pulang ke alamnya masing-masing.
Setelah
mengambil handphone, kulangkahkan kakiku kembali keluar sekolah. Tiba-tiba
langkahku terhenti. Kulihat ada seorang
yeoja berkuncir satu yang sedang menari dengan indahnya di ruang dance. Aku
terus memandanginya dari balik pintu. Senyumannya , lekukan tubuhnya, hentakan
kakinya, membuat mataku berbinar-binar. Selesai menari dia langsung merebahkan
tubuhnya dilantai. Terdengar hembusan nafasnya yang terengah-engah, namun dia
tetap tersenyum gembira seakan-akan dia sedang menari di surga.
Aku masuk kedalam ruangan sambil bertepuk tangan.
Saat ia melihatku.,, ia memberdirikan
tubuhnya dan ekspresinya langsung berubah datar. Heh.. seharusnya aku tidak
usah masuk kedalam. Kucoba memujinya untuk mengembalikan senyumannya.
“Wahh.. Daebak.!! Dancemu keren sekali! Siapa
namamu?” Dia hanya terdiam dengan muka yang masih datar.
“Sepertinya aku tidak pernah melihatmu. Apa kau
murid baru?” Dia benar-benar 100% mengacuhkanku. Tanpa mengatakan sepatah
katapun dia mengambil tasnya dan pergi meninggalkanku. Lalu, kulihat sebuah
benda tergeletak di lantai, kuambil benda itu..
“Hey tunggu! Barang….. ! …mu ketinggalan L
” Saat kulihat keluar pintu yeoja itu sudah tidak ada. Dia adalah yeoja pertama
dalam hidupku yang pernah mengacuhkanku. Meskipun begitu, sepertinya aku
tertarik padanya. Cara yeoja itu menari berbeda dengan tarian orang biasanya.
Entah apa yang membuatnya berbeda? Aku pun tidak tau. Mungkin karna tariannya
dan senyumannya bisa membuat jantungku berdetak diatas normal.
.
.
.
.Di kamar asrama 125
“Nayeon-ah kau mau ke tempat laundry kan? Biasakah
kau membawa pakaianku juga.”Pinta Hyeri yang kemudian dilanjutkan Hani dan
Baekhee
“Aku juga.!”
“Aku juga.!”
“Mwo.! Kenapa harus aku?”
“Itu karena kau yang paling pendek diantara kita.”
Sahut Baekhee dengan entengnya
“Ya! Sudahlah pergi saja!” Pinta Hani dengan nada
membentak.
“Shirreo! Kalian bahkan tidak tau caranya minta
tolong kepada seseorang. Kalian bukannya mengatakan tolong tapi malah menghina
dan membentakku. Aku memang paling pendek tapi aku bukan maknae disini!” Nada
ucapan Nayeon semakin meninggi.
“Nayeon-ah yang cantik. Tolong bawa pakaianku juga
ke laundry ya? Saranghae. Puing Puing!!” Hani tiba-tiba mengubah nada suaranya
menjadi manja dan melakukan aegyo kepada Nayeon.
“Shireoyo...!!!!!” Tapi sayangnya Nayeon tidak
terpengaruh oleh aegyo Hani
“Kau tidak bisa menolaknya karena sekarang hari
Kamis.” Ucap Hyeri dengan tawa evil
“Ouww… Shit!” Umpat Nayeon sambil membungkukan
badannya dan menundukan kepalanya
“Ini salahmu sendiri. Kau sendiri kan yang membagi
jadwal tugas kebersihan ini.” tambah Hyeri.
.
.
.Nayeon Pov. (Di
ruang laundry)
Aku menaruh bokongku di tempat duduk sambil menunggu
baju yang masih ada didalam mesin cuci. Saat ini aku sedang meratapi
nasibku. Ah… sial kenapa juga aku
membuat jadwal itu?. Akhirnya mau tidak mau aku harus meloundry pakaian mereka
juga. Aku benar-benar merasa seperti pembantu sekarang ini.
“Uwaahhh” Luapan demi luapan mulai keluar dari
mulutku. Aku tiba-tiba mengantuk. Mau bagaimana lagi, aku memang tipe orang
yang mudah mengantuk. Dikelas juga aku sering tertidur.
Tanpa sadar mataku mulai tertutup dan aku sudah berada
didunia mimpiku. Entah kenapa peristiwa dimasa laluku muncul didalam mimpiku.
Peristiwa dimana aku memiliki dua pilihan yang sangat sulit. Disaat aku harus
memilih antara cinta dan kebenaran. Didepanku hadir seorang namja yang aku
cintai. Aku menutup mataku lalu ….
“Doorrrr..!!!” terdengar suara tembakan yang
berhasil membuatku membuka mataku perlahan. Saat aku membuka mataku wujud
seorang namja samar-samar berada didepanku. Siapa namja ini?. Semakin kubuka
mataku, semakin jelas paras namja yang tersenyum itu. Ekspresiku berubah
menjadi heran. Kenapa namja ini bisa ada didalam mimpiku.
“Annyeong.!” Namja itu semakin memperlebar
senyumnya. Aku hanya terheran tidak mengerti apa yang sedang terjadi, kemudian
aku menoleh ke segala arah. Ahh ternyata aku sudah didunia nyata. Tapi kenapa
dia bisa ada disini?. Dan… astaga aku baru sadar kalau kacamataku tidak ada.
Aku mencari-cari disekitarku.
“ Kau mencari ini?” dia menyodorkan kacamataku
“Saat kau ketiduran tadi, aku mengamati wajahmu.
Menurutku kau terlihat lebih cantik saat tidak memakai kacamata, jadi aku
melepasnya dan ternyata aku benar.” Namja ini terus terang sekali. Tidak
bisakah dia berpura-pura buta agar tidak membuat wajahku memerah.?
“Taehyung-ah, apa yang kau lakukan disini? Bukannya
anak VIP selalu mengirim bajunya kerumah untuk dicuci para pelayannya?”
“Wah, kau tau namaku? jadi kau mengenalku? Apa kita
satu kelas? ” Pabo! Tentu saja aku mengenalmu. Memang siapa disekolah ini yang tidak
mengenalmu.
“Aku hanya mengenalmu. Tapi kita tidak satu kelas.”
Namja ini berhasil membuatku kesal.
“Sayang sekali. Aku kesini untuk bersembunyi,
Jungkook sedang mencariku sekarang”
“Kenapa dia mencarimu?”
“Karena kita sedang main petak umpet. ” Aishh..
namja ini! Sadarlah.!! Kau ini sudah kelas
2 SMA. Orang mana yang sudah dewasa tapi masih main petak umpet.
“Haha. Petak umpetkan permainan untuk anak TK. Apa
Jungkook mau bermain petak umpet denganmu.?”
“Awalnya dia tidak mau, lalu aku mengambil Boxernya
dan kukibas-kibaskan didepan para yeoja. Mereka semua berteriak dan tertawa,
bahkan banyak yeoja yang memintaku agar memberikan boxer jungkook kepadanya.
Akhirnya Jungkook marah dan mengejarku. Ideku sangat cerdik kan?!” Bisa-bisanya
Taehyung mengatakan hal itu dengan tersenyum?. Cerdik?. Apanya yang cerdik?!.
Otak namja ini benar-benar sudah rusak.
“Aku lapar. Aku harus kekantin. Aku pergi dulu oke.
Dan kalau Jungkook kesini mencariku bilang saja kau tidak melihatku.
Berpura-puralah menjadi orang buta atau orang kesurupan agar Jungkook takut.
Bye.” Aku hanya bisa melihat kepergian
Taehyung dengan tatapan aneh.
Memang benar kata orang, didunia ini tidak ada
manusia sempurna. Dia tampan tapi idiot. Aku menghela nafas “Hufh…”. “Kenapa
aku merasa ada yang kulupakan?. Shit!” Dengan segera kuambil baju dari dalam
mesin cuci dan berjalan kembali ke kamar asrama.
Ditengah perjalanan langkahku terhenti. Pandanganku
terarah pada dua orang namja yang sedang berebut suatu benda, tapi benda itu
bukan boxer. Melainkan sesuatu yang menggantung digenggaman Taehyung. Kufokuskan
pandanganku agar dapat melihat lebih jelas.
“Aku yakin tadi Taehyung mengatakan boxer, tapi
mengapa mereka memperebutkan benda lain? Tunggu dulu..! Benda itu terlihat
familiar. Itukan milik…..” aku menggantung kalimatku dan langsung berlari
menuju kamar asrama.
.
.
. Didalam kamar asrama namja no. 01 (VIP)
“Ceklekk” Suara pintu kamar terbuka, masuklah
seorang namja bergigi kelinci dengan namja berkarisma 4d yang mengekorinya.
Tampaknya namja bergigi kelinci itu sedang menggerutu.
“Sialan.!! Jika kau melakukannya lagi, bukan
sepatumu yang akan kulempar tapi dirimulah yang akan kulempar keluar jendela.”
Sedangkan mahluk yang dimarahinya hanya
tertawa.
“Kau kenapa Jungkook-ah?” Tanya Jimin yang sedang
bermain game dengan Hoseok. Jungkook hanya terdiam dengan muka kesal. Hoseok
menatap aneh Taehyung.
“Mwoya Taehyung-ah? Kenapa kau tertawa terus? Kau
seperti orang gila.”
“Yang gila itu bukan aku tapi Jungkook. Mulai dari
masuk kamar dia terus saja melihat benda itu sambil senyum-senyum sendiri. Dia
bahkan mengacuhkanku, ya sudah kubawa lari saja benda yang membuatnya gila
itu.”
“Apa kau tidak ada kegiatan lain selain
menggangguku?!”
“Tadinya aku ingin mengganggu Jimin dan Hoseok, tapi
melawan 1 orang lebih mudah dibanding melawan 2 orang. Aku heran seberapa
berharganya benda itu sampai bisa membuatmu gila seperti sekarang.”
“Berhentilah mengatakan ‘benda itu.!’ Pabo! Ini
namanya kalung.”
“ Saranku jika hyung ingin normal lagi, cepat
kembalikanlah kalung itu kepada pemiliknya.”
“Itulah masalahnya Shownu, aku tidak tahu siapa nama
pemiliknya. Wajahnya terlihat asing. Aku sudah mencarinya diseluruh sekolah
tapi aku tidak menemukannya”
“Berpikir pintarlah! Gantungan dikalung itu kan
berinisial ‘H’ jadi namanya pasti memiliki awal huruf ‘H’.” Taehyung bertingkah
menjadi sok pintar seakan dia tahu segala hal.
“Kau sendiri berpikir bodoh! Kau kira disekolah ini
yang namanya berawalan H hanya ada 1 orang?! Jungkook itu bukan pengurus
administrasi yang harus menyensus semua murid sekolah ini.” Taehyung hanya
menggaruk-garuk kepalanya sambil mendengar ucapan Jimin.
“Hyung, bagaimana mencarinya? Apa kau akan
mengumpulkan semua yeoja yang namanya berawalan huruf ‘H’ dan menanyainya
satu-satu.”
“Itu ide yang bagus! Jika aku jadi kau, aku pasti
akan melakukannya” Taehyung memberi jempol kepada Shownu. Jimin dan Shownu
hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Taehyung.
“Hanya orang bodoh idiot yang akan melakukan hal
itu.” Ekspresi Taehyung berubah menjadi datar dengan cepat setelah mendengar
uacapan Jungkook
“Lalu Hyung, jika kau tidak mencarinya.. bagaimana
kau akan menemukannya?”
“Aku tidak akan mencarinya dan menemukannya. Tapi
dia yang akan mencariku dan menemukanku” Ujar Jungkook enteng dengan senyuman
evilnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar