Minggu, 29 Januari 2017

Dangerous Angel Part 3


Dangerous angel

Title : Dangerous angels
Author : Mrs. Me
Cast :
Ø Sana twice as lee hani
Ø  Momo twice as yoon hye ri
Ø Tzuyu twice as go baek hee
Ø Nayeon twice as im nayeon
Ø All member bts
Ø Shownu monsta x as ahn shownu
Ø All member gfriend
Genre : school life, romance, action

Nb : Welcome to Part 3. Sorry for typo, and Happy reading.

#PART 3
  Jin terus berlari dan berlari hingga berada tepat didepan pintu coklat bertuliskan “Teacher’s Room”. Ini hanya pintu coklat sederhana tapi dimata Jin, ini menjadi pintu merah neraka. Ia menarik nafas dalam lalu membuka pintu itu. Kini dilihatnya namja berumur 37-an memakai setelan hitam duduk dikursi sedang memandangnya. Sebuah tagname besar bertuliskan ‘Park Jou Young’ berdiri rapi dimejanya.
“Annyeonghasimnikka sesangnim.” Jin memasuki ruangan lalu menundukan tubuhnya 90 derajat didepan orang yang ia panggil sesangnim itu.
“Duduklah.” Jawab pria itu dengan dinginnya
“Ne.” jin mendudukan dirinya di kursi didepan guru terkiller itu.
“Apa kau senang bermain dengan teman-temanmu?”
“Ne?. ah.. ne, aku senang sekali bermain dengan mereka. Waeyo?”
“Ya, aku bisa lihat itu. Kau sepertinya memang senang sekali bermain sampai-sampai hampir semua nilai ulangan kimiamu merah.”
“Mianhae sesangnim. Aku akan berusaha dan belajar lebih keras lagi?. Aku janji.”
“Jangan membuat janji yang tidak bisa kau tepati. Aku jadi ingin tahu, sebenarnya apa yang dilakukan anak-anak remaja saat bermain diluar asrama?”
“Kita suka berkumpul dan melakukan hobby kita di TeenStar.”
“Ah.. baiklah. Kau boleh pergi sekarang.”
“Ne, annyounghi gyeseyo sesangnim.” Jin berdiri dan berjalan keluar ruangan.
.
.
.Hyeri Pov.
Aku mencolek punggung namja yang ada didepanku agar ia memberhentikan mobil birunya didepan rumah yang yah.. cukup mewah menurutku. Kusogohkan beberapa lembar uang kepada namja itu, lalu keluar dari mobilnya. Kulihat Baekhee, Nayeon, dan Hani sudah berada didepan pintu gerbang berwarna emas.
“Darimana saja kau? Lama sekali!.” Nayeon mempoutkan bibirnya
“Mianhae chingu-ya, aku terlena oleh suaraku sendiri sampai-sampai aku tidak merasa kalau ponselku bergetar. Kalian tau sendirikan bagaimana merdunya suara emasku. heh” Aku tersenyum malu sementara ketiga temanku hanya cengo melihatku.
“Ha! Ha! ha! Whatever.” Baekhee memoncongkan mulutnya ke wajahku lalu masuk kedalam pagar. Temanku menatapku dengan tatapan iba kemudian masuk kedalam pagar juga. Kenapa mereka seperti itu? Yang aku bilang kan memang fakta.
Aku membuka sebuah pintu besar berwarna coklat keemasan yang berada didepan kita. Tertera nama ‘Golden House’ dengan font yang cukup besar diatas pintu. Kita menyusuri rumah ini menuju suatu ruangan bercat kuning emas yang berisikan sofa coklat yang besar dan empuk dengan sebuah microfon suara berbentuk balok berada diatas meja. Tidak lupa juga dengan layar datar 50 in menempel di dinding dengan perapian dibawahnya. Dipojok ruangan terdapat meja kerja dengan seorang namja pria paruh baya duduk di kursi putarnya. Namja itu memutar kursinya untuk menghadapkan wajahnya kearah kita. Lalu….
“Hellloo Angels..!!!” Ujar namja itu dengan senyuman yang sangat lebar. Dan jawaban kita….
“Helloo Bossley..!!!!” Jawab kita secara bersamaan. Kita mendudukan diri kita disofa empuk disusul dengan Bossley yang duduk ditengah. Suara serak namja keluar dari microfon.
“Hello Angels! Hello Bossley!”
“Hello Jay.!!” Kita menjawab dengan bersama lagi. Hal ini membuatku merasa seperti seorang pemandu sorak.
“Aku mendapat informasi kalau pemasoknya akan melakukan transaksi sore ini di TeenStar. Kalian harus kesana untuk mencari tau siapa pemasoknya dan menangkapnya.” Ujar Jay.
“TeenStar? Tempat yang bagus untuk bertransaksi.” Tempat itu sedang tergambar diotak Hani.
“Itu artinya.., murid dari sekolah kita yang ada disana adalah pemasoknya.”
“Benar sekali Hyeri-ah, tapi.. TeenStar bagaikan surga bagi para remaja. Pasti ada banyak murid dari sekolah kita yang ada disana.” Jelas Baekhee
“Sepertinya ini tidak akan mudah untuk menemukannya.” Lanjut Nayeon.
“Good Luck Angels” Jay mengakhiri pembicaraan dengan 3 kata.
“Kalian pasti bisa. Mungkin, Teenstar seperti surga bagi para remaja, tapi.. surga yang asli adalah tempat bagi para Angels. Fighting.!!” Bossley menyemangati kita dengan mengacungkan kedua jempolnya kepada kita. Kita hanya terkekeh melihatnya.
Yah, benar! Sebenarnya kita bukan adalah para agen rahasia . Disekolah kita hanya para nerd yang bodoh dan polos dan para pecundang. Tapi diluar, kita adalah seorang agen rahasia yang cantik, pintar, dan pemberani dan para yeoja berbahaya.

1.      Agent Flo
 
 Yeoja berwajah cantik lucu ini adalah yang paling sabar dan pendiam diantara kita. Aegyonya dapat membuat hati para namja luluh. Tapi, saat beraksi ia dapat meng-KnockOut 6 namja sekaligus dalam 3 menit. Sebagai seorang agen rahasia, pasti kita memiliki identitas ganda. Rekrutan dari Jepang. Nama koreanya Lee Hani, nama aslinya Minatozaki Sana, dan nama inggrisnya Agent Flo. Ia terlahir dikeluarga kaya, ayahnya seorang pemilik perusahaan berita CNG di Korea dan Jepang. Orang tuanya terlalu over protective kepadanya. Rumahnya sama seperti penjara baginya. Ditambah lagi, ibunya yang hobby memukulinya. Karena itulah ia memilih bergabung dengan kita karena tidak tahan dengan keluarganya. Special skillnya adalah bela diri.

2.      Agent Splite

 Yeoja ini adalah yang paling imut diantara kita, ia terlihat seperti gadis kecil meski umurnya sudah 18 tahun. Dan.., hal itulah yang paling ia benci, saat seseorang menyebutnya ‘gadis kecil’. Padahal keimutannyalah yang membuat para namja mau menjadi budaknya hanya untuk melihat wajahnya setiap hari. Rekrutan dari korea. Nama korea sekaligus nama aslinya Im Nayeon, nama inggrisnya Agent Splite. Orangtuanya pemilik Bank besar di Amerika. Tapi, kemudian mereka bercerai. Sejak saat itu, ia tidak dipedulikan orangtuanya dan selalu ditinggal sendiri dirumah mewahnya. Kemudian, ayahnya menikah lagi dan menjadi pemilik perusahaan Apple. Hidupnya semakin hancur, lalu ia membuka lembaran baru dengan kita. Special skillnya: Hacker. Ia dapat meretas segala hal yang berhubungan dengan jaringan internet dan teknologi.

3.      Agent Hill
 
  Yeoja dengan dengan smile angel ini bagaikan black widow. Ia pintar mencari informasi tersembunyi hanya dengan mengobrol bersama. Wajah datarnya terlihat dingin namun senyumannya adalah magnet bagi para namja. Rekrutan dari korea. Nama koreanya Go Baekhee, nama aslinya Chou Tzuyu, nama inggrisnya Agent Hill. Ayahnya seorang Jenderal Tentara Korea dengan 4 bintang. Ia benci dikekang karna itulah ayahnya membebaskanya. Awalnya yeoja ini hidup di keluarga bahagia dan menyenangkan sampai….  saat ia beranjak remaja tiba-tiba ayahnya melarangnya melakukan semua hal yang ia suka dan ibunya juga tidak mempercayainya lagi. Ia kesal dengan orangtuanya yang selalu memarahinya dan memanjakan adiknya. Kemudian ia pergi dari rumah dan bergabung dengan kita. Special skillnya: semua yang memilik sasaran. Seperti pistol, panah, dan sebagainya.


4.      Agent Rose
 Yeoja berwajah Barbie ini adalah yang paling pintar dalam hal memikat namja. Tidak ada satupun namja yang pernah berkata ‘tidak’ padanya. Ia adalah Mrs.Perfect diantara kita. Seluruh hal yang ada didalam dirinya membuat para namja gila. Rekrutan dari Jepang. Nama koreanya Yoon Hyeri, nama aslinya Hirai Momo. Ayahnya pemilik perusahaan Kapal Pesiar di Australia, karna itulah ayahnya jarang pulang ke Jepang. Ia sangat dimanja oleh eommanya. Apapun yang ia mau pasti terkabul. Sampai suatu saat ia bosan dengan kehidupan mewahnya dan mengatakan kepada eommanya kalau ingin mencoba hidup mandiri bersama sahabatnya. Special skillnya? tentu saja merayu para namja untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.
Oke, jadi sekarang kalian sudah tahu kan! Meskipun seorang agen, kita tidak lebih dari remaja dengan background masalah keluarga. Kita adalah para Angels. Bukan angel yang anggun dan baik hati melainkan, para angels yang berbahaya. Sebenarnya kita sama-sama pintar melakukan semua hal sebagai agen tapi, tetap saja kita memiliki special skill masing-masing. 3 bulan yang lalu boss Jay memberi kita tugas untuk mencari seorang pemasok narkoba. Tugas itulah yang menuntun kita menuju Sevit high school dan melakukan penyamaran sebagai yeoja nerd agar tidak ada yang menyadari bahwa kita sebenarnya seorang agen rahasia. Bahkan, kita tidak pernah memasang nametag kita diseragam.
.
.
.
Para Angel memasang sebuah microfon kecil didalam telinganya masing-masing, kemudian mereka satu persatu mulai turun dan menyebar di area TeenStar. Baekhee dengan sepatu rodanya berkeliling di area permainan skateboard. Nayeon sedang memutar-matanya seperti kipas angin sambil berdiri diatap wall climbing (panjat dinding). Hani mengelilingi seluruh tempat itu sambil bersepeda santai. Sedangkan Hyeri..?, tentu saja ia berada di area dance sedang meregangkan otot-ototnya dengan pose yang sangat seksi membuat mata para namja tertuju padanya.
“Kalian menemukan sesuatu?” Tanya Hyeri dengan jarak yang terpisah satu sama lain.
“Ani.” Hani terus saja mengayuh sepedanya
“Yak.!! Arah jam 5.!” Nayeon mengarahkan pandangannya kepada 5 namja yang memasuki gerbang TeenStar
“Shit.!! Itu anak BTS?!” setelah melihat sekilas baekhee langsung mengalihkan wajahnya.
“Eoh! Memangnya siapa yang kau lihat? Justin Bieber?” Hyeri menatap baekhee dari kejauhan
“Eottokke?! Dua dari mereka sudah melihat dua wajah asli dari kita. Apa kita harus bersembunyi?” Nayeon ikut mengalihkan wajahnya ke arah berlawanan juga.
“Sepertinya tidak, lihatlah arah jam 5.!” Ucapan Hani membuat ketiga temannya mengikuti arah pandangnya. Retina mereka menangkap siluet 2 namja berada dibawah jembatan tak jauh dari TeenStar sedang memberikan boneka kepada 3 namja didepannya. Tak lama kemudian keempat yeoja dengan masker hitam itu sudah berada didepan para namja.
“Yak!! Napeun! Mwoya?!” Hyeri mengejutkan mereka dengan bentakannya.
“Nuguya? Ini bukan urusanmu! pergi sana.!”
“Yak! Kenapa menyuruh mereka pergi? Kita hanya sedang menjual boneka. Aigo..kenapa memakai masker? Sepertinya kalian cantik, karna tubuh kalian seksi. Daripada mengurusi hal yang kita lakukan, kenapa tidak bermain dengan kita saja?.”
“Hah. Bermain kepalamu! Pabo! Kau pasti tau kalau yang kumaksud itu isi bonekanya.” Nayeon menatap namja itu dengan tatapan intens.
“Baiklah, hal ini tidak cocok untuk gadis kecil sepertimu. Jadi, lebih baik kau bermain denganku saja. Oke?” ujar namja itu dengan penuh penekanan dikata ‘gadis kecil’. Nayeon membelalakan matanya lalu mendesah dan terkekeh.
“A,a,a..” Hani menggelengkan kepalanya. “pemilihan kata yang buruk” lanjutnya.
“Kalian ingin bermain kan? Baiklah kita akan bermain dengan kalian.” Baekhee menyunggingkan senyum evilnya. Para namja itu hanya tersenyum bodoh. Sayangnya, mereka salah mengartikan kata ‘bermain’ dari Baekhee. Dan akibatnya namja itu terkapar ditanah setelah Baekhee melayangkan kaki kanannya yang terpasang sepatu roda kepipi kiri namja itu. Hani mengambil jeruji sepedanya lalu menyabetkannya ke wajah namja ke2 sembari menendangkan kakinya diperut namja ke3. Hyeri menjambak rambut namja lainnya lalu menghantamkan kepala si namja ke lututnya yang sedang tertekuk.
“Beraninya.!...” “Bukk” Nayeon meninju pipi kiri namja yang tadi mengejeknya.
“Kau.!!.....” “Bukk” Ia melayangkan tinjunya lagi ke pipi kanan namja itu.
“Memanggilku!!...” “Bukk” ia melayangkannya lagi ke perut si namja
“Gadis Kecil…!!!” “Aaaiingggg!!” Kali ini Nayeon melayangkan kakinya ke area vital si namja.
Kemudian, mereka menghampiri salah satu namja yang tadi memberikan boneka. Hani melilitkan jeruji sepedanya ke leher si namja. Baekhee mengambil bonekanya lalu menyobek bagian tengahnya. Ia mengambil sebuah benda berbentuk bundar dari dalamnya, lalu melemparkan bonekanya lagi ke wajah namja itu.
“Ma.. maaf.. kan aku. A-aku bukan pemasoknya. A-aku ha.. nya kurirnya.”
“Siapa pemasoknya?!!!” Hyeri membentak tepat didepan wajah si namja. Namun namja itu hanya terdiam dengan tatapan kosong..
“Yak.!! Cepat katakan atau aku akan membunuhmu!!” Hani semakin mempererat jerujinya. Anehnya, namja itu sama sekali tidak bergeming. Mulutnya tetap terkunci.
“Aishh.. jangan membuang waktu!! Palli! Katakan! Kita tidak bercanda! Kita akan membunuhmu kalau kau tetap mengunci mulut sialmu!!” emosi Nayeon mulai tersulut. Namja itu tetap saja diam seribu bahasa dengan tatapan kosong. Ia bahkan tidak mengeram meskipun Hani sudah mempererat lilitannya. ‘Aneh’ itu yang ada di pikiran mereka saat ini. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mengikat para namja lalu menelfon polisi.
“Annyeonghaseyo. 911 imnida. Apa ad-…”
“Jalan Gwangsu, dibawah jembatan tol, Jigeum!” Hyeri langsung menutup telfonnya.
“Percuma saja, namja sial itu tidak mau membuka mulut.” sebal nayeon.
“Menurutku, kita tidak sepenuhnya gagal. Kita mendapatkan barangnya.” Hani mengangkat benda bundar yang diplastik itu.
“Dan mendapatkan satu hal lagi..” ucapan Baekhee membuat temannya bingung.
“Mwo?” Hyeri menatap Baekhee dengan rasa ingin tahu. Baekhee lalu mengalihkan pandangannya ke gerombolan para namja di area TeenStar.
“Pemasoknya adalah salah satu dari mereka…”
.
.
.Markas (Golden House)
“Bagaimana kalian bisa yakin kalau pemasoknya salah satu dari mereka?” Tanya Bossley
“Karna hanya mereka murid Sevit high school yang kemarin ada disana.”
“Kau yakin tidak ada yang lain Hyeri?” Tanya namja itu memastikan
“Tanyakan saja pada si mata elang kalau tidak percaya.”
“That’s right boss. 100% right.” Ujar Baekhee memastikan.
“Dia pintar juga, ia menyuruh orang lain yang melakukan transaksi agar ia tidak tertangkap.”
“Kau benar Nayeon-ah, tapi bos ada yang aneh dengan kurirnya.” Otak Hani sedang berputar-putar memikirkannya. “Awalnya ia normal. Ia jelas sekali megatakan kalau dirinya kurir bukan pemasok. Tapi, saat aku bertanya siapa pemasoknya. Ia diam dan membeku. Tatapannya menjadi kosong. Ia bahkan tidak mengeram sedikitpun meski jeruji terikat dilehernya dengan kuat. Ia tiba-tiba menjadi seperti….” Hyeri menggosok-gosok dagunya.
“Robot.” Tambah baekhee yang juga sedang memikirkan sesuatu.
“Kalau begitu kalian perlu perubahan rencana. Bagaimanapun caranya kalian harus bisa mendapat informasi dari para namja itu dan menemukan pemasoknya.” suara namja dari dalam microfon. Baekhee tiba-tiba menyandarkan punggungnya kesofa dengan kesal.
“Bagaimana caranya mendapatkan info dari mereka jika mereka saja menganggap kita hantu? Dan juga perubahan rencana apa?” Hani memasang wajah bingungnya yang lucu.
“Bukankah sudah jelas apa rencananya! Cih. Aku tau hal ini akan terjadi.” Baekhee menghela nafas dan tubuhnya menjadi lemas seketika. Ia juga mempoutkan bibirnya.
.
.
.
Jam dinding menunjukan 06.30. 15 menit lagi bel jam pertama berbunyi namun koridor-koridor sekolah masih ramai dengan suara para murid Sevit High School. Bahkan, diantara mereka ada yang sedang bermain skateboard. Pintu masuk kaca terbuka dan menampakan beberapa yeoja cantik yang melangkahkan kakinya masuk kedalam sekolah. Suasana koridor menjadi lebih tenang dari sebelumnya. Seluruh pandangan mata terpukau mengarah pada mereka. Mereka terus berjalan santai dengan pandangan mata lurus kedepan. Semua murid yang ada dikoridor merapat ke tembok untuk memberi jalan pada mereka. Entah mengapa para murid itu melakukannya, padahal yeoja-yeoja itu bukan GFriend. Terdengar banyak bisikan-bisikan dari para murid.
“Siapa mereka?”
“Apa mereka anak baru? Aku tidak pernah melihatnya.”
“Mereka cantik juga.”
“Apa maksutmu cantik? Bahkan, kata ‘cantik’ tidak dapat digunakan untuk mendefinisikan mereka. Mereka seperti malaikat yang turun dari surga.”
“Mereka terlihat seperti sekumpulan gadis sombong.”
“gwenchana, asalkan mereka tidak menggoda BTS. Tidak akan terjadi perang.”
Meskipun mendengar ocehan disekitarnya para yeoja itu tidak mempedulikannya. Mereka tetap berjalan munyusuri lorong dengan santai. Tatapan para namja seakan terkunci, mereka tidak bisa mengalihkan pandangannya. Mulai dari yeoja pendek dan imut dengan permen karet yang menggelembung dibibirnya, yeoja cantik lucu berambut coklat dengan lollipop dimulutnya, yeoja berwajah Barbie berambut pirang kecoklatan, dan yeoja berwajah dingin dengan headphone yang bertengger dikepalanya. Mereka berjalan beriringan dengan kompak. Disisi lain, sekumpulan anak BTS dan Gfriend sedang bercanda tawa bersama di tribun lapangan basket indoor.
“Mwoya? kenapa disana ramai sekali?” Taehyung meneliti apa penyebab kerumunan para murid.
“Daebak! Hyung lihatlah!” Shownu mengarahkan jari telunjuknya kepada 4 yeoja yang sedang berjalan melewati lapangan basket.
“Siapa mereka? apa mereka anak baru?” Sojung menatap tidak suka.
“Tunggu..!! gadis imut dengan permet karet itu. Kenapa wajahnya terlihat familiar?.” Taehyung terus menatap yeoja itu dengan tatapan heran. Sedangkan, yeoja disampingnya terlihat kesal dengan yang taehyung lakukan.
“Yak! Kau buta?! Dia tidak imut sama sekali! Aku seribu kali lebih imut darinya!” Eunha berhasil membuat taehyung diam sambil memutar bola matanya.
“Menurutku mereka semua boleh juga.” Ucapan Hoseok berhasil membuatnya mendapat jitakan dari Yeri.
“Yak, namja berdarah dingin! Pilihlah satu dari mereka. Kalau kau terus saja tidak menyukai yeoja, aku takut kau akan menyukai namja.” Pinta Yoongi yang hanya dibalas gelengan kepala dengan Jin.
“Ani-ya. Aku sama sekali tidak tertarik. Lagipula, aku sudah menemukan seorang yeoja.” Ucapan Jin membuat Eunbi langsung membelalakan matanya.
“Oppa…. Ka-kau sudah menyukai.. seorang yeoja? Siapa dia?” Mata eunbi mulai berkaca-kaca. Sementara Jin hanya menjawabnya dengan gelengan kepala tanpa tahu apa yang dirasakan yeoja itu sekarang.
“Woow.. daebak! Jadi, karena itulah kemarin kau bertingkah seperti orang gila?” Namjoon bertepuk tangan.
“Aish, itu bukan hal yang istimewa. Asal kalian tahu saja, namja dingin seperti Jin Hyung hanya akan menyukai yeoja dengan waktu yang singkat. Besok juga pasti ia akan melupakannya.” Jimin mencoba mencairkan suasana, suasana hati eunbi tepatnya. Ia tahu apa yang dirasakan eunbi sekarang, karena ia juga merasakan hal yang sama saat ini.
“bukankah hal itu berlaku untuk lelaki sepertimu Jim.?” Goda Hoseok.
“Sepertinya itu kau, hyung.” Mereka tertawa mendengar jawaban Jimin.
Sementara itu, mereka tidak tahu bahwa seorang namja bergigi kelinci didepan mereka menghentikan aktivitas menggambarnya dan sedang menatap salah satu yeoja itu dengan ekspresi terkejut sekaligus senang.
“Dia……” Ujarnya dengan suara kecil. Jungkook segera berlari pergi meninggalkan teman-temannya dan menghiraukan Jin yang bertanya mau kemana.
Ia terus saja berlari mencari arah perginya yeoja itu. Kemudian, langkahnya terhenti saat ia berada didepan pintu ruang kelas. Ia mengeluarkan buku gambarnya lalu menuangkan siluet didepan matanya diatas kertas gambar. Terdengar banyak jeritan dan ocehan para yeoja di sekitarnya, namun yang ada dipikirannya saat ini adalah menggambar.
“Kringg.!!” Bel berbunyi membuat jungkook menghentikan aktivitasnya. Ia menatap ke arah benda persegi panjang bertuliskan 2-5 yang menggantung diatas pintu.
“2-5.. ? sepertinya.., aku akan sering kesini.” Lengkungan mulai terukir dibibir jungkook.
.
.
.
Jimin baru saja memasuki ruang kelasnya dan sudah dikejutkan oleh seorang yeoja yang duduk dibangku depannya. Jimin mendekati yeoja itu.
“Jeogi.., bangku ini sudah ada pemilikya.” Gadis itu hanya terdiam dengan wajah heran.
“Yak, apa kau tuli?! Kubilang bangku ini sudah ada pemiliknya.! Duduklah di bangku yang lain.” Raut wajah jimin menjadi kesal.
“Arasseo, bangku ini milik Lee Hani kan.”
“Kau sudah tahu tapi kenapa kau masih mendudukinya.?”
“Menurutmu mengapa aku mendudukinya?”
“Aku bertanya padamu, tapi kau malah balik bertanya.” Yeoja itu tidak peduli dengan ucapan Jimin, ia memiringkan kepalanya sambil mentap Jimin. Ekspresinya seakan menyuruh Jimin untuk memikirkan pertanyaannya.
“Aish! Kau it-… tunggu dulu.” Jimin menatap balik dengan tatapan yang tak kalah tajam. Jimin terus saja meneliti setiap lekuk wajah yeoja itu. Ia melirik name tag dirompi seragamnya.
“K-kau….. Lee Hani???” Ucap Jimin ragu.
“Akhirnya! Kalimat itulah yang kutunggu dari tadi.”
“K-kau… benar-benar Hani? K-kau sangat…” Jimin terus saja membelalakan matanya
“Berbeda. Ara! Berhentilah memasang ekspresi seperti itu, wajahmu lucu sekali.” Potong Hani yang disusul dengan kekehannya.
“Kenapa kau berubah?”
“Apa aku tidak boleh berubah? Aku hanya ingin tampil berbeda. Dan juga…. Menurutmu aku semakin cantik apa semakin jelek?” Jimin hanya membisu dengan mulut sedikit menganga dan tatapan dalam yang tidak bisa lepas dari sosok yeoja didepannya.
“K-kau….” “A, a, a,!!”potong Hani lagi sambil mengangkat telapak tangannya didepan wajah jimin mengisyaratkan untuk diam.
“Sudahlah, ekspresimu memberi tauku segalanya.”
“Kau belum menjawab pertanyaanku. Kenapa kau tiba-tiba berubah?”
“Menurutmu kenapa?” Hani menyunggingkan senyumannya dengan tatapan menggoda.
.
.
.Flashback (Golden House)
Empat orang yeoja sedang duduk diatas sofa. 2 diantaranya berwajah kesal, 1 diantaranya berwajah kegirangan, dan 1 lainnya hanya memasang wajah datar.
“Good Bosley, I love this plan.” Hyeri mengacungkan 2 jempolnya.
“you love it, but I’m hate it.” Bakhee mendengus kesal.
“Yak! Aku tau kau tidak menyukainya karena kau buruk dalam mengait pria kan?!”
“Ani!! Aku hanya membenci saat harus berhubungan dengan para namja pabo.”
“Come on, angels. Kalian harus melakukannya, untuk menemukan kucing dikawanan harimau kalian harus menjadi harimau. Sekarang, kalian harus merubah penampilan kalian. Buang diri nerd kalian dan berubahlah menjadi artis sekolah, para yeoja populer. Berubahlah menjadi sosok angel yang sebenarnya. Kalian harus mendapatkan para namja itu…., and find who the bad boy.” Bosley mengisyaratkan juga dengan tangannya dan ekspresinya bagaikan dalam teater.
“Flo agree!!” Hani mengacungkan tangannya dengan semangat
“Rose very very very agree. Splite?” hyeri memandang Nayeon dengan tatapan miris. Nayeon hanya menjawab dengan anggukan lemasnya. Namun, baekhee langsung mendengus kesal dan mendorong kasar punggungnya kesofa.
“Okay, Hill agree. But.., I don’t wanna something in the past will happen again.” Baekhee menoleh kearah Nayeon dibarengi dengan Hani,Hyeri dan Bosley. Sedangkan, yang ditatap hanya melamun dengan tatapan kosong.
Flashback End.
.
.
.Lapangan Basket
Banyak terdengar suara-suara yeoja meneriaki nama idola mereka yang sedang serius bermain basket. Semakin bertambah poin yang mereka dapatkan, semakin bertambah suara teriakan histeris para yeoja. Kecuali…., empat orang yang yeoja yang duduk ditribun paling atas. Mereka hanya diam sambil memandang para namja tampan didepan mereka.
“Hmmm…. Jimin imut sekali. Dia…” Ujar Hyeri dengan terkagum-kagum
“Untukmu saja Flo!” Baekhee membuat mulut Hyeri mengatup seketika
“Naega.?” Hani mengarahkan jari telunjuknya ke depan wajahnya.
“Eoh! Lagipula, kau memang sudah dekat dengannya kan?” yang ditanyai hanya mengangguk.
“Oke, untukmu saja. Aku juga tidak suka pada namja pendek.” Hyeri kemudian mengusap-usap dagunya sambil menatap seorang namja.
“Hmmm… Taehyung sebenarnya tampan juga. Ani, dia memang sangat tampan menawan bagaikan prince charming. Ia memiliki karisma 4d. Ia juga namja yang sangat lucu dan menyenangkan.” Hyeri tersenyum dengan sangat lebar tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun, sampai….
“Kau benar. Prince charming seharusnya bersama dengan snowwhite dan snowwhitenya adalah… AKU.” Nayeon mengarahkan telunjuknya kewajahnya dengan penuh penekanan dikata ‘aku’. Sontak ekspresi Hyeri langsung berubah 360 derajat.
“Baiklah, sebenarnya menurutku taehyung anak yang aneh. Tingkahnya tidak ada yang jelas. Mungkin, lebih ke gila daripada lucu.” Hyeri mengalihkan pada seorang namja yang sedang mendribble bola. Senyumannya kembali muncul.
“Ohh.. God! Lihatlah! Jungkook itu keren sekali. Jungkook itu terlihat sangat manly. Gigi kelincinya membuat wajahnya semakin terlihat manis dan lucu. Jungkook itu sangat tampan. Jungkook itu……”
“Milik Baekhee!” Potong baekhee dengan nada penuh semangat sambil menyilangkan tangannya didepan dada dan tersenyum kemenangan. Hyeri menganga sejenak lalu, menghembuskan nafas kasar. Ia tiba-tiba menggaruk-garuk rambutnya, seakan-akan menjadi gila.
“Baiklah.., kurasa lebih baik kalian saja yang menjalankan new plan ini dan aku.. akan tetap menjadi yeoja nerd pecundang.! Oke!” Hyeri menunjukan tawa yang dipaksanya, lalu berdiri dan mencoba pergi sebelum Nayeon menarik bahunya dan ia terduduk kembali.
“Eyy.., Wae? Kau kesal” Tanya Nayeon dengan sedikit senyuman dibibirnya.
“Menurutmu.!!” Hyeri meninggikan nada bicaranya karena kesal.
“Haha.., kenapa kau tidak dengan Jin sunbae saja? Bukankah akhir-akhir ini ia membuat hati dan pikiranmu gila juga? Haha..” Baekhee dan Nayeon terkekeh sambil melakukan high five karena berhasil membuat Hyeri kesal.
“Yak.!! Tidak ada namja yang bisa membuat hati dan pikiran seorang Yoon Hyeri menjadi gila. Yoon Hyerilah yang membuat hati dan pikiran para namja menjadi gila. Ara?!”
“Yeah.. whatever. Haha..” Baekhee tetap saja tertawa melihat hyeri dan membuatnya semakin kesal
“Bagaimana denganmu?!! Kau langsung saja memilih Jungkook. Apa dia sudah membuatmu terpikat? Haha..”
“Haha.. Benar juga, ternyata yeoja berdarah dingin sepertimu bisa jatuh cinta juga. Hahaha..” Kali ini, nayeon ikut membully baekhee.
“Aish! Bukankah kau ada dipihakku? Kenapa sekarang kau dipihaknya?! Dan juga bukankah sudah kubilang, aku benci berhubungan dengan namja pabo!”
“Apa ada namja didunia ini yang tidak pabo bagimu?? Anak BTS itu tampan.” Hyeri mengarahkan pandangan dan senyumnya lagi kepada anak BTS yang sedang break bermain basket.
“Apa ada namja didunia ini yang tidak tampan bagimu?? Semua pria sama saja, Pabo!” Baekhee mengatakan dengan sinis. Ia memang pandai dalam memutar balikan kata-kata.
“Ada yang tidak, guru kimia kita contohnya.” Ujar Hyeri. Mereka bertiga langsung tertawa seketika.
“Sana-ya kenapa kau diam saja?” Baekhee dan Hyeri menatap Sana setelah mendengar pertanyaan Nayeon. Sana tiba-tiba terkejut.
“A-aniya, aku….. aku hanya bingung kenapa kau memilih Taehyung. Dia kan bukan tipemu.” Ujar Sana dengan sedikit gugup.
“ Karena itu aku memilihnya. Dia namja yang gila, pabo, hiperaktif, dan tidak jelas, bahkan 1000% bukan tipeku. Jadi, aku tidak mungkin bisa menyukainya. Aku hanya tidak ingin melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.” Wajah Nayeon berubah menjadi muram.
“Sudahlah, kau melakukan hal yang benar. Setidaknya, kau pasti berhasil mendapatkannya dan tidak akan menjadi penyebab gagalnya misi ini.” ketiga temannya seketika mentap Hyeri heran, tidak tahu apa maksud dari perkataannya. Melihat para temannya linglung, hyeri menambahkan kalimatnya.
“Hah, kalian pasti taulah jika misi memikat namja ini gagal, pasti penyebabnya hanya ada satu.” Hyeri berbicara tanpa mengalihkan pandangannya dari lapangan. Kedua temannya mulai menyadari arah perkataan hyeri, kemudian mereka tersenyum tipis dan melirik yeoja yang mukanya sudah ingin berubah menjadi Hulk.
“Aish! kau ingin mati eoh?” baekhee melepas headphonenya dan menatap hyeri tajam.
“Eyy tidak usah marah, itu semua kan fakta. Diantara kita hanya hormonmu saja yang rusak, menyukai namja saja tidak pernah, bagaimana mau berhasil memikatnya.” Nayeon membuat temannya tertawa dan baekhee semakin kesal.
“Yak! aku hanya tidak suka bukan berarti aku tidak bisa.!” Baekhee meninggikan nadanya.
“Geurae… kalau memang kau bisa, bagaimana jika membuat taruhan? Siapa yang lebih dulu bisa membuat para namja itu jatuh cinta pada kita, dia pemenangnya. Call?” Hyeri menyunggingkan senyuman evil.
“Itu tidak adil! Kau membuat taruhan yang sudah jelas siapa pemenangnya. Itu..”
“Call!!!!! Dan juga.., siapa yang lebih dulu jatuh cinta pada mereka dia kalah.!” Baekhee memotong kalimat nayeon yang belum selesai. Kini matanya yang menatap hyeri sudah dipenuhi amarah yang membara.
“Hahh, kau mudah sekali dipengaruhi. Call.” Nayeon juga setuju.
“Call.” Sana menjawab dengan nada yang sangat rendah dan muka muram.
“Sekarang aku akan menunjukan kepada kalian. Aku adalah Go-Baek-Hee, sesuatu pasti terjadi jika aku menginginkannya.!” Ambisi gilanya mulai keluar. Baekhee memanglah yeoja yang sangat berambisi. Hyeri hanya memicingkan bibirnya menganggap remeh.
.
.
Empat yeoja sedang berdiri didepan pintu loker menunggu sesuatu. Beberapa namja datang dari arah lapangan basket. Seorang namja tinggi berambut coklat menghampiri lokernya dan membukanya.
“Sekarang, kalian akan melihat kehebatan seorang Yoon Hyeri.” Hyeri menghampiri sekumpulan namja itu.

TBC