Dangerous angel
Title : Dangerous angels
Author : Mrs. Me
Cast :
Ø Sana twice as lee
hani
Ø Momo twice as yoon hye ri
Ø Tzuyu twice as go
baek hee
Ø Nayeon twice as
im nayeon
Ø All member bts
Ø Shownu monsta x
as ahn shownu
Ø All member
gfriend
Genre : school life, romance, action
Nb : Welcome to Part 3. Sorry for typo, and Happy reading.
#PART 3
Jin terus berlari dan berlari hingga berada tepat didepan pintu coklat
bertuliskan “Teacher’s Room”. Ini hanya pintu coklat sederhana tapi dimata Jin,
ini menjadi pintu merah neraka. Ia menarik nafas dalam lalu membuka pintu itu.
Kini dilihatnya namja berumur 37-an memakai setelan hitam duduk dikursi sedang
memandangnya. Sebuah tagname besar bertuliskan ‘Park Jou Young’ berdiri rapi
dimejanya.
“Annyeonghasimnikka sesangnim.” Jin
memasuki ruangan lalu menundukan tubuhnya 90 derajat didepan orang yang ia
panggil sesangnim itu.
“Duduklah.”
Jawab pria itu dengan dinginnya
“Ne.” jin mendudukan dirinya di kursi
didepan guru terkiller itu.
“Apa kau senang bermain dengan
teman-temanmu?”
“Ne?. ah.. ne, aku senang sekali
bermain dengan mereka. Waeyo?”
“Ya, aku bisa lihat itu. Kau
sepertinya memang senang sekali bermain sampai-sampai hampir semua nilai
ulangan kimiamu merah.”
“Mianhae sesangnim. Aku akan
berusaha dan belajar lebih keras lagi?. Aku janji.”
“Jangan membuat janji yang tidak
bisa kau tepati. Aku jadi ingin tahu, sebenarnya apa yang dilakukan anak-anak
remaja saat bermain diluar asrama?”
“Kita suka berkumpul dan melakukan
hobby kita di TeenStar.”
“Ah.. baiklah. Kau boleh pergi
sekarang.”
“Ne, annyounghi gyeseyo sesangnim.”
Jin berdiri dan berjalan keluar ruangan.
.
.
.Hyeri Pov.
Aku mencolek punggung namja yang ada
didepanku agar ia memberhentikan mobil birunya didepan rumah yang yah.. cukup
mewah menurutku. Kusogohkan beberapa lembar uang kepada namja itu, lalu keluar
dari mobilnya. Kulihat Baekhee, Nayeon, dan Hani sudah berada didepan pintu
gerbang berwarna emas.
“Darimana
saja kau? Lama sekali!.” Nayeon mempoutkan bibirnya
“Mianhae chingu-ya, aku terlena oleh
suaraku sendiri sampai-sampai aku tidak merasa kalau ponselku bergetar. Kalian
tau sendirikan bagaimana merdunya suara emasku. heh” Aku tersenyum malu
sementara ketiga temanku hanya cengo melihatku.
“Ha! Ha! ha! Whatever.” Baekhee
memoncongkan mulutnya ke wajahku lalu masuk kedalam pagar. Temanku menatapku
dengan tatapan iba kemudian masuk kedalam pagar juga. Kenapa mereka seperti
itu? Yang aku bilang kan memang fakta.
Aku membuka sebuah pintu besar
berwarna coklat keemasan yang berada didepan kita. Tertera nama ‘Golden House’
dengan font yang cukup besar diatas pintu. Kita menyusuri rumah ini menuju
suatu ruangan bercat kuning emas yang berisikan sofa coklat yang besar dan
empuk dengan sebuah microfon suara berbentuk balok berada diatas meja. Tidak
lupa juga dengan layar datar 50 in menempel di dinding dengan perapian
dibawahnya. Dipojok ruangan terdapat meja kerja dengan seorang namja pria paruh
baya duduk di kursi putarnya. Namja itu memutar kursinya untuk menghadapkan
wajahnya kearah kita. Lalu….
“Hellloo Angels..!!!” Ujar namja itu
dengan senyuman yang sangat lebar. Dan jawaban kita….
“Helloo Bossley..!!!!” Jawab kita
secara bersamaan. Kita mendudukan diri kita disofa empuk disusul dengan Bossley
yang duduk ditengah. Suara serak namja keluar dari microfon.
“Hello Angels! Hello Bossley!”
“Hello Jay.!!” Kita menjawab dengan
bersama lagi. Hal ini membuatku merasa seperti seorang pemandu sorak.
“Aku mendapat informasi kalau
pemasoknya akan melakukan transaksi sore ini di TeenStar. Kalian harus kesana
untuk mencari tau siapa pemasoknya dan menangkapnya.” Ujar Jay.
“TeenStar? Tempat yang bagus untuk
bertransaksi.” Tempat itu sedang tergambar diotak Hani.
“Itu artinya.., murid dari sekolah
kita yang ada disana adalah pemasoknya.”
“Benar sekali Hyeri-ah, tapi..
TeenStar bagaikan surga bagi para remaja. Pasti ada banyak murid dari sekolah
kita yang ada disana.” Jelas Baekhee
“Sepertinya ini tidak akan mudah
untuk menemukannya.” Lanjut Nayeon.
“Good Luck Angels” Jay mengakhiri
pembicaraan dengan 3 kata.
“Kalian pasti bisa. Mungkin,
Teenstar seperti surga bagi para remaja, tapi.. surga yang asli adalah tempat
bagi para Angels. Fighting.!!” Bossley menyemangati kita dengan mengacungkan
kedua jempolnya kepada kita. Kita hanya terkekeh melihatnya.
Yah, benar! Sebenarnya kita bukan
adalah para agen rahasia . Disekolah kita hanya para nerd yang bodoh dan polos
dan para pecundang. Tapi diluar, kita adalah seorang agen rahasia yang cantik,
pintar, dan pemberani dan para yeoja berbahaya.
1.
Agent Flo
Yeoja berwajah cantik lucu ini adalah yang
paling sabar dan pendiam diantara kita. Aegyonya dapat membuat hati para namja
luluh. Tapi, saat beraksi ia dapat meng-KnockOut 6 namja sekaligus dalam 3
menit. Sebagai seorang agen rahasia, pasti kita memiliki identitas ganda.
Rekrutan dari Jepang. Nama koreanya Lee Hani, nama aslinya Minatozaki Sana, dan
nama inggrisnya Agent Flo. Ia terlahir dikeluarga kaya, ayahnya seorang pemilik
perusahaan berita CNG di Korea dan Jepang. Orang tuanya terlalu over protective
kepadanya. Rumahnya sama seperti penjara baginya. Ditambah lagi, ibunya yang
hobby memukulinya. Karena itulah ia memilih bergabung dengan kita karena tidak
tahan dengan keluarganya. Special skillnya adalah bela diri.
2.
Agent Splite
Yeoja ini adalah yang paling imut diantara
kita, ia terlihat seperti gadis kecil meski umurnya sudah 18 tahun. Dan.., hal
itulah yang paling ia benci, saat seseorang menyebutnya ‘gadis kecil’. Padahal
keimutannyalah yang membuat para namja mau menjadi budaknya hanya untuk melihat
wajahnya setiap hari. Rekrutan dari korea. Nama korea sekaligus nama aslinya Im
Nayeon, nama inggrisnya Agent Splite. Orangtuanya pemilik Bank besar di
Amerika. Tapi, kemudian mereka bercerai. Sejak saat itu, ia tidak dipedulikan
orangtuanya dan selalu ditinggal sendiri dirumah mewahnya. Kemudian, ayahnya
menikah lagi dan menjadi pemilik perusahaan Apple. Hidupnya semakin hancur,
lalu ia membuka lembaran baru dengan kita. Special skillnya: Hacker. Ia dapat
meretas segala hal yang berhubungan dengan jaringan internet dan teknologi.
3.
Agent Hill
Yeoja dengan dengan smile angel ini bagaikan
black widow. Ia pintar mencari informasi tersembunyi hanya dengan mengobrol
bersama. Wajah datarnya terlihat dingin namun senyumannya adalah magnet bagi
para namja. Rekrutan dari korea. Nama koreanya Go Baekhee, nama aslinya Chou
Tzuyu, nama inggrisnya Agent Hill. Ayahnya seorang Jenderal Tentara Korea
dengan 4 bintang. Ia benci dikekang karna itulah ayahnya membebaskanya. Awalnya
yeoja ini hidup di keluarga bahagia dan menyenangkan sampai…. saat ia beranjak remaja tiba-tiba ayahnya
melarangnya melakukan semua hal yang ia suka dan ibunya juga tidak
mempercayainya lagi. Ia kesal dengan orangtuanya yang selalu memarahinya dan
memanjakan adiknya. Kemudian ia pergi dari rumah dan bergabung dengan kita.
Special skillnya: semua yang memilik sasaran. Seperti pistol, panah, dan
sebagainya.
4.
Agent Rose
Yeoja berwajah Barbie ini adalah yang paling
pintar dalam hal memikat namja. Tidak ada satupun namja yang pernah berkata ‘tidak’
padanya. Ia adalah Mrs.Perfect diantara kita. Seluruh hal yang ada didalam
dirinya membuat para namja gila. Rekrutan dari Jepang. Nama koreanya Yoon
Hyeri, nama aslinya Hirai Momo. Ayahnya pemilik perusahaan Kapal Pesiar di
Australia, karna itulah ayahnya jarang pulang ke Jepang. Ia sangat dimanja oleh
eommanya. Apapun yang ia mau pasti terkabul. Sampai suatu saat ia bosan dengan
kehidupan mewahnya dan mengatakan kepada eommanya kalau ingin mencoba hidup
mandiri bersama sahabatnya. Special skillnya? tentu saja merayu para namja
untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.
Oke, jadi sekarang kalian sudah tahu
kan! Meskipun seorang agen, kita tidak lebih dari remaja dengan background
masalah keluarga. Kita adalah para Angels. Bukan angel yang anggun dan baik
hati melainkan, para angels yang berbahaya. Sebenarnya kita sama-sama pintar
melakukan semua hal sebagai agen tapi, tetap saja kita memiliki special skill
masing-masing. 3 bulan yang lalu boss Jay memberi kita tugas untuk mencari
seorang pemasok narkoba. Tugas itulah yang menuntun kita menuju Sevit high
school dan melakukan penyamaran sebagai yeoja nerd agar tidak ada yang
menyadari bahwa kita sebenarnya seorang agen rahasia. Bahkan, kita tidak pernah
memasang nametag kita diseragam.
.
.
.
Para Angel memasang sebuah microfon
kecil didalam telinganya masing-masing, kemudian mereka satu persatu mulai
turun dan menyebar di area TeenStar. Baekhee dengan sepatu rodanya berkeliling
di area permainan skateboard. Nayeon sedang memutar-matanya seperti kipas angin
sambil berdiri diatap wall climbing (panjat dinding). Hani mengelilingi seluruh
tempat itu sambil bersepeda santai. Sedangkan Hyeri..?, tentu saja ia berada di
area dance sedang meregangkan otot-ototnya dengan pose yang sangat seksi
membuat mata para namja tertuju padanya.
“Kalian menemukan sesuatu?” Tanya
Hyeri dengan jarak yang terpisah satu sama lain.
“Ani.”
Hani terus saja mengayuh sepedanya
“Yak.!! Arah jam 5.!” Nayeon
mengarahkan pandangannya kepada 5 namja yang memasuki gerbang TeenStar
“Shit.!! Itu anak BTS?!” setelah
melihat sekilas baekhee langsung mengalihkan wajahnya.
“Eoh! Memangnya siapa yang kau
lihat? Justin Bieber?” Hyeri menatap baekhee dari kejauhan
“Eottokke?! Dua dari mereka sudah
melihat dua wajah asli dari kita. Apa kita harus bersembunyi?” Nayeon ikut
mengalihkan wajahnya ke arah berlawanan juga.
“Sepertinya tidak, lihatlah arah jam
5.!” Ucapan Hani membuat ketiga temannya mengikuti arah pandangnya. Retina
mereka menangkap siluet 2 namja berada dibawah jembatan tak jauh dari TeenStar
sedang memberikan boneka kepada 3 namja didepannya. Tak lama kemudian keempat
yeoja dengan masker hitam itu sudah berada didepan para namja.
“Yak!! Napeun! Mwoya?!” Hyeri
mengejutkan mereka dengan bentakannya.
“Nuguya? Ini bukan urusanmu! pergi
sana.!”
“Yak! Kenapa menyuruh mereka pergi?
Kita hanya sedang menjual boneka. Aigo..kenapa memakai masker? Sepertinya
kalian cantik, karna tubuh kalian seksi. Daripada mengurusi hal yang kita
lakukan, kenapa tidak bermain dengan kita saja?.”
“Hah. Bermain kepalamu! Pabo! Kau
pasti tau kalau yang kumaksud itu isi bonekanya.” Nayeon menatap namja itu
dengan tatapan intens.
“Baiklah, hal ini tidak cocok untuk
gadis kecil sepertimu. Jadi, lebih baik kau bermain denganku saja. Oke?” ujar
namja itu dengan penuh penekanan dikata ‘gadis kecil’. Nayeon membelalakan
matanya lalu mendesah dan terkekeh.
“A,a,a..” Hani menggelengkan
kepalanya. “pemilihan kata yang buruk” lanjutnya.
“Kalian ingin bermain kan? Baiklah
kita akan bermain dengan kalian.” Baekhee menyunggingkan senyum evilnya. Para
namja itu hanya tersenyum bodoh. Sayangnya, mereka salah mengartikan kata
‘bermain’ dari Baekhee. Dan akibatnya namja itu terkapar ditanah setelah
Baekhee melayangkan kaki kanannya yang terpasang sepatu roda kepipi kiri namja
itu. Hani mengambil jeruji sepedanya lalu menyabetkannya ke wajah namja ke2
sembari menendangkan kakinya diperut namja ke3. Hyeri menjambak rambut namja
lainnya lalu menghantamkan kepala si namja ke lututnya yang sedang tertekuk.
“Beraninya.!...” “Bukk” Nayeon
meninju pipi kiri namja yang tadi mengejeknya.
“Kau.!!.....” “Bukk” Ia melayangkan
tinjunya lagi ke pipi kanan namja itu.
“Memanggilku!!...”
“Bukk” ia melayangkannya lagi ke perut si namja
“Gadis Kecil…!!!” “Aaaiingggg!!”
Kali ini Nayeon melayangkan kakinya ke area vital si namja.
Kemudian, mereka menghampiri salah
satu namja yang tadi memberikan boneka. Hani melilitkan jeruji sepedanya ke
leher si namja. Baekhee mengambil bonekanya lalu menyobek bagian tengahnya. Ia
mengambil sebuah benda berbentuk bundar dari dalamnya, lalu melemparkan
bonekanya lagi ke wajah namja itu.
“Ma.. maaf.. kan aku. A-aku bukan
pemasoknya. A-aku ha.. nya kurirnya.”
“Siapa pemasoknya?!!!” Hyeri
membentak tepat didepan wajah si namja. Namun namja itu hanya terdiam dengan
tatapan kosong..
“Yak.!! Cepat katakan atau aku akan
membunuhmu!!” Hani semakin mempererat jerujinya. Anehnya, namja itu sama sekali
tidak bergeming. Mulutnya tetap terkunci.
“Aishh.. jangan membuang waktu!!
Palli! Katakan! Kita tidak bercanda! Kita akan membunuhmu kalau kau tetap
mengunci mulut sialmu!!” emosi Nayeon mulai tersulut. Namja itu tetap saja diam
seribu bahasa dengan tatapan kosong. Ia bahkan tidak mengeram meskipun Hani
sudah mempererat lilitannya. ‘Aneh’ itu yang ada di pikiran mereka saat ini.
Akhirnya, mereka memutuskan untuk mengikat para namja lalu menelfon polisi.
“Annyeonghaseyo.
911 imnida. Apa ad-…”
“Jalan Gwangsu, dibawah jembatan
tol, Jigeum!” Hyeri langsung menutup telfonnya.
“Percuma saja, namja sial itu tidak
mau membuka mulut.” sebal nayeon.
“Menurutku, kita tidak sepenuhnya
gagal. Kita mendapatkan barangnya.” Hani mengangkat benda bundar yang diplastik
itu.
“Dan mendapatkan satu hal lagi..”
ucapan Baekhee membuat temannya bingung.
“Mwo?” Hyeri menatap Baekhee dengan
rasa ingin tahu. Baekhee lalu mengalihkan pandangannya ke gerombolan para namja
di area TeenStar.
“Pemasoknya
adalah salah satu dari mereka…”
.
.
.Markas (Golden House)
“Bagaimana kalian bisa yakin kalau
pemasoknya salah satu dari mereka?” Tanya Bossley
“Karna hanya mereka murid Sevit high
school yang kemarin ada disana.”
“Kau
yakin tidak ada yang lain Hyeri?” Tanya namja itu memastikan
“Tanyakan saja pada si mata elang
kalau tidak percaya.”
“That’s right boss. 100% right.”
Ujar Baekhee memastikan.
“Dia pintar juga, ia menyuruh orang
lain yang melakukan transaksi agar ia tidak tertangkap.”
“Kau benar Nayeon-ah, tapi bos ada
yang aneh dengan kurirnya.” Otak Hani sedang berputar-putar memikirkannya.
“Awalnya ia normal. Ia jelas sekali megatakan kalau dirinya kurir bukan
pemasok. Tapi, saat aku bertanya siapa pemasoknya. Ia diam dan membeku.
Tatapannya menjadi kosong. Ia bahkan tidak mengeram sedikitpun meski jeruji
terikat dilehernya dengan kuat. Ia tiba-tiba menjadi seperti….” Hyeri
menggosok-gosok dagunya.
“Robot.” Tambah baekhee yang juga
sedang memikirkan sesuatu.
“Kalau begitu kalian perlu perubahan
rencana. Bagaimanapun caranya kalian harus bisa mendapat informasi dari para
namja itu dan menemukan pemasoknya.” suara namja dari dalam microfon. Baekhee
tiba-tiba menyandarkan punggungnya kesofa dengan kesal.
“Bagaimana caranya mendapatkan info
dari mereka jika mereka saja menganggap kita hantu? Dan juga perubahan rencana
apa?” Hani memasang wajah bingungnya yang lucu.
“Bukankah sudah jelas apa
rencananya! Cih. Aku tau hal ini akan terjadi.” Baekhee menghela nafas dan
tubuhnya menjadi lemas seketika. Ia juga mempoutkan bibirnya.
.
.
.
Jam dinding menunjukan 06.30. 15
menit lagi bel jam pertama berbunyi namun koridor-koridor sekolah masih ramai
dengan suara para murid Sevit High School. Bahkan, diantara mereka ada yang
sedang bermain skateboard. Pintu masuk kaca terbuka dan menampakan beberapa
yeoja cantik yang melangkahkan kakinya masuk kedalam sekolah. Suasana koridor
menjadi lebih tenang dari sebelumnya. Seluruh pandangan mata terpukau mengarah
pada mereka. Mereka terus berjalan santai dengan pandangan mata lurus kedepan.
Semua murid yang ada dikoridor merapat ke tembok untuk memberi jalan pada
mereka. Entah mengapa para murid itu melakukannya, padahal yeoja-yeoja itu
bukan GFriend. Terdengar banyak bisikan-bisikan dari para murid.
“Siapa mereka?”
“Apa mereka anak baru? Aku tidak pernah melihatnya.”
“Mereka cantik juga.”
“Apa maksutmu cantik? Bahkan, kata ‘cantik’ tidak dapat
digunakan untuk mendefinisikan mereka. Mereka seperti malaikat yang turun dari
surga.”
“Mereka terlihat seperti sekumpulan gadis sombong.”
“gwenchana, asalkan mereka tidak menggoda BTS. Tidak akan
terjadi perang.”
Meskipun mendengar ocehan
disekitarnya para yeoja itu tidak mempedulikannya. Mereka tetap berjalan
munyusuri lorong dengan santai. Tatapan para namja seakan terkunci, mereka
tidak bisa mengalihkan pandangannya. Mulai dari yeoja pendek dan imut dengan
permen karet yang menggelembung dibibirnya, yeoja cantik lucu berambut coklat
dengan lollipop dimulutnya, yeoja berwajah Barbie berambut pirang kecoklatan,
dan yeoja berwajah dingin dengan headphone yang bertengger dikepalanya. Mereka
berjalan beriringan dengan kompak. Disisi lain, sekumpulan anak BTS dan Gfriend
sedang bercanda tawa bersama di tribun lapangan basket indoor.
“Mwoya? kenapa disana ramai sekali?”
Taehyung meneliti apa penyebab kerumunan para murid.
“Daebak! Hyung lihatlah!” Shownu
mengarahkan jari telunjuknya kepada 4 yeoja yang sedang berjalan melewati
lapangan basket.
“Siapa mereka? apa mereka anak baru?”
Sojung menatap tidak suka.
“Tunggu..!! gadis imut dengan permet
karet itu. Kenapa wajahnya terlihat familiar?.” Taehyung terus menatap yeoja
itu dengan tatapan heran. Sedangkan, yeoja disampingnya terlihat kesal dengan
yang taehyung lakukan.
“Yak! Kau buta?! Dia tidak imut sama
sekali! Aku seribu kali lebih imut darinya!” Eunha berhasil membuat taehyung
diam sambil memutar bola matanya.
“Menurutku mereka semua boleh juga.”
Ucapan Hoseok berhasil membuatnya mendapat jitakan dari Yeri.
“Yak, namja berdarah dingin!
Pilihlah satu dari mereka. Kalau kau terus saja tidak menyukai yeoja, aku takut
kau akan menyukai namja.” Pinta Yoongi yang hanya dibalas gelengan kepala
dengan Jin.
“Ani-ya. Aku sama sekali tidak
tertarik. Lagipula, aku sudah menemukan seorang yeoja.” Ucapan Jin membuat
Eunbi langsung membelalakan matanya.
“Oppa…. Ka-kau sudah menyukai..
seorang yeoja? Siapa dia?” Mata eunbi mulai berkaca-kaca. Sementara Jin hanya
menjawabnya dengan gelengan kepala tanpa tahu apa yang dirasakan yeoja itu
sekarang.
“Woow.. daebak! Jadi, karena itulah
kemarin kau bertingkah seperti orang gila?” Namjoon bertepuk tangan.
“Aish, itu bukan hal yang istimewa.
Asal kalian tahu saja, namja dingin seperti Jin Hyung hanya akan menyukai yeoja
dengan waktu yang singkat. Besok juga pasti ia akan melupakannya.” Jimin
mencoba mencairkan suasana, suasana hati eunbi tepatnya. Ia tahu apa yang
dirasakan eunbi sekarang, karena ia juga merasakan hal yang sama saat ini.
“bukankah hal itu berlaku untuk
lelaki sepertimu Jim.?” Goda Hoseok.
“Sepertinya itu kau, hyung.” Mereka
tertawa mendengar jawaban Jimin.
Sementara itu, mereka tidak tahu
bahwa seorang namja bergigi kelinci didepan mereka menghentikan aktivitas
menggambarnya dan sedang menatap salah satu yeoja itu dengan ekspresi terkejut
sekaligus senang.
“Dia……” Ujarnya dengan suara kecil.
Jungkook segera berlari pergi meninggalkan teman-temannya dan menghiraukan Jin
yang bertanya mau kemana.
Ia terus saja berlari mencari arah
perginya yeoja itu. Kemudian, langkahnya terhenti saat ia berada didepan pintu
ruang kelas. Ia mengeluarkan buku gambarnya lalu menuangkan siluet didepan
matanya diatas kertas gambar. Terdengar banyak jeritan dan ocehan para yeoja di
sekitarnya, namun yang ada dipikirannya saat ini adalah menggambar.
“Kringg.!!” Bel berbunyi membuat
jungkook menghentikan aktivitasnya. Ia menatap ke arah benda persegi panjang
bertuliskan 2-5 yang menggantung diatas pintu.
“2-5.. ? sepertinya.., aku akan
sering kesini.” Lengkungan mulai terukir dibibir jungkook.
.
.
.
Jimin baru saja memasuki ruang
kelasnya dan sudah dikejutkan oleh seorang yeoja yang duduk dibangku depannya.
Jimin mendekati yeoja itu.
“Jeogi.., bangku ini sudah ada
pemilikya.” Gadis itu hanya terdiam dengan wajah heran.
“Yak, apa kau tuli?! Kubilang bangku
ini sudah ada pemiliknya.! Duduklah di bangku yang lain.” Raut wajah jimin
menjadi kesal.
“Arasseo, bangku ini milik Lee Hani
kan.”
“Kau sudah tahu tapi kenapa kau
masih mendudukinya.?”
“Menurutmu mengapa aku
mendudukinya?”
“Aku bertanya padamu, tapi kau malah
balik bertanya.” Yeoja itu tidak peduli dengan ucapan Jimin, ia memiringkan
kepalanya sambil mentap Jimin. Ekspresinya seakan menyuruh Jimin untuk
memikirkan pertanyaannya.
“Aish! Kau it-… tunggu dulu.” Jimin
menatap balik dengan tatapan yang tak kalah tajam. Jimin terus saja meneliti
setiap lekuk wajah yeoja itu. Ia melirik name tag dirompi seragamnya.
“K-kau….. Lee Hani???” Ucap Jimin
ragu.
“Akhirnya! Kalimat itulah yang
kutunggu dari tadi.”
“K-kau… benar-benar Hani? K-kau
sangat…” Jimin terus saja membelalakan matanya
“Berbeda. Ara! Berhentilah memasang
ekspresi seperti itu, wajahmu lucu sekali.” Potong Hani yang disusul dengan
kekehannya.
“Kenapa kau berubah?”
“Apa aku tidak boleh berubah? Aku
hanya ingin tampil berbeda. Dan juga…. Menurutmu aku semakin cantik apa semakin
jelek?” Jimin hanya membisu dengan mulut sedikit menganga dan tatapan dalam
yang tidak bisa lepas dari sosok yeoja didepannya.
“K-kau….” “A, a, a,!!”potong Hani
lagi sambil mengangkat telapak tangannya didepan wajah jimin mengisyaratkan untuk
diam.
“Sudahlah, ekspresimu memberi tauku
segalanya.”
“Kau belum menjawab pertanyaanku.
Kenapa kau tiba-tiba berubah?”
“Menurutmu kenapa?” Hani
menyunggingkan senyumannya dengan tatapan menggoda.
.
.
.Flashback (Golden House)
Empat orang yeoja sedang duduk
diatas sofa. 2 diantaranya berwajah kesal, 1 diantaranya berwajah kegirangan,
dan 1 lainnya hanya memasang wajah datar.
“Good Bosley, I love this plan.”
Hyeri mengacungkan 2 jempolnya.
“you love it, but I’m hate it.”
Bakhee mendengus kesal.
“Yak! Aku tau kau tidak menyukainya
karena kau buruk dalam mengait pria kan?!”
“Ani!! Aku hanya membenci saat harus
berhubungan dengan para namja pabo.”
“Come on, angels. Kalian harus
melakukannya, untuk menemukan kucing dikawanan harimau kalian harus menjadi
harimau. Sekarang, kalian harus merubah penampilan kalian. Buang diri nerd
kalian dan berubahlah menjadi artis sekolah, para yeoja populer. Berubahlah
menjadi sosok angel yang sebenarnya. Kalian harus mendapatkan para namja itu….,
and find who the bad boy.” Bosley mengisyaratkan juga dengan tangannya dan
ekspresinya bagaikan dalam teater.
“Flo
agree!!” Hani mengacungkan tangannya dengan semangat
“Rose very very very agree. Splite?”
hyeri memandang Nayeon dengan tatapan miris. Nayeon hanya menjawab dengan
anggukan lemasnya. Namun, baekhee langsung mendengus kesal dan mendorong kasar
punggungnya kesofa.
“Okay, Hill agree. But.., I don’t
wanna something in the past will happen again.” Baekhee menoleh kearah Nayeon
dibarengi dengan Hani,Hyeri dan Bosley. Sedangkan, yang ditatap hanya melamun
dengan tatapan kosong.
Flashback End.
.
.
.Lapangan Basket
Banyak terdengar suara-suara yeoja
meneriaki nama idola mereka yang sedang serius bermain basket. Semakin
bertambah poin yang mereka dapatkan, semakin bertambah suara teriakan histeris
para yeoja. Kecuali…., empat orang yang yeoja yang duduk ditribun paling atas.
Mereka hanya diam sambil memandang para namja tampan didepan mereka.
“Hmmm….
Jimin imut sekali. Dia…” Ujar Hyeri dengan terkagum-kagum
“Untukmu saja Flo!” Baekhee membuat
mulut Hyeri mengatup seketika
“Naega.?” Hani mengarahkan jari
telunjuknya ke depan wajahnya.
“Eoh! Lagipula, kau memang sudah
dekat dengannya kan?” yang ditanyai hanya mengangguk.
“Oke, untukmu saja. Aku juga tidak
suka pada namja pendek.” Hyeri kemudian mengusap-usap dagunya sambil menatap
seorang namja.
“Hmmm… Taehyung sebenarnya tampan
juga. Ani, dia memang sangat tampan menawan bagaikan prince charming. Ia
memiliki karisma 4d. Ia juga namja yang sangat lucu dan menyenangkan.” Hyeri
tersenyum dengan sangat lebar tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun,
sampai….
“Kau benar. Prince charming
seharusnya bersama dengan snowwhite dan snowwhitenya adalah… AKU.” Nayeon
mengarahkan telunjuknya kewajahnya dengan penuh penekanan dikata ‘aku’. Sontak
ekspresi Hyeri langsung berubah 360 derajat.
“Baiklah, sebenarnya menurutku
taehyung anak yang aneh. Tingkahnya tidak ada yang jelas. Mungkin, lebih ke
gila daripada lucu.” Hyeri mengalihkan pada seorang namja yang sedang
mendribble bola. Senyumannya kembali muncul.
“Ohh.. God! Lihatlah! Jungkook itu
keren sekali. Jungkook itu terlihat sangat manly. Gigi kelincinya membuat
wajahnya semakin terlihat manis dan lucu. Jungkook itu sangat tampan. Jungkook
itu……”
“Milik Baekhee!” Potong baekhee
dengan nada penuh semangat sambil menyilangkan tangannya didepan dada dan
tersenyum kemenangan. Hyeri menganga sejenak lalu, menghembuskan nafas kasar.
Ia tiba-tiba menggaruk-garuk rambutnya, seakan-akan menjadi gila.
“Baiklah.., kurasa lebih baik kalian
saja yang menjalankan new plan ini dan aku.. akan tetap menjadi yeoja nerd
pecundang.! Oke!” Hyeri menunjukan tawa yang dipaksanya, lalu berdiri dan
mencoba pergi sebelum Nayeon menarik bahunya dan ia terduduk kembali.
“Eyy.., Wae? Kau kesal” Tanya Nayeon
dengan sedikit senyuman dibibirnya.
“Menurutmu.!!” Hyeri meninggikan
nada bicaranya karena kesal.
“Haha.., kenapa kau tidak dengan Jin
sunbae saja? Bukankah akhir-akhir ini ia membuat hati dan pikiranmu gila juga?
Haha..” Baekhee dan Nayeon terkekeh sambil melakukan high five karena berhasil
membuat Hyeri kesal.
“Yak.!! Tidak ada namja yang bisa
membuat hati dan pikiran seorang Yoon Hyeri menjadi gila. Yoon Hyerilah yang
membuat hati dan pikiran para namja menjadi gila. Ara?!”
“Yeah.. whatever. Haha..” Baekhee
tetap saja tertawa melihat hyeri dan membuatnya semakin kesal
“Bagaimana denganmu?!! Kau langsung
saja memilih Jungkook. Apa dia sudah membuatmu terpikat? Haha..”
“Haha.. Benar juga, ternyata yeoja
berdarah dingin sepertimu bisa jatuh cinta juga. Hahaha..” Kali ini, nayeon
ikut membully baekhee.
“Aish! Bukankah kau ada dipihakku?
Kenapa sekarang kau dipihaknya?! Dan juga bukankah sudah kubilang, aku benci
berhubungan dengan namja pabo!”
“Apa ada namja didunia ini yang
tidak pabo bagimu?? Anak BTS itu tampan.” Hyeri mengarahkan pandangan dan
senyumnya lagi kepada anak BTS yang sedang break bermain basket.
“Apa ada namja didunia ini yang
tidak tampan bagimu?? Semua pria sama saja, Pabo!” Baekhee mengatakan dengan
sinis. Ia memang pandai dalam memutar balikan kata-kata.
“Ada yang tidak, guru kimia kita
contohnya.” Ujar Hyeri. Mereka bertiga langsung tertawa seketika.
“Sana-ya kenapa kau diam saja?”
Baekhee dan Hyeri menatap Sana setelah mendengar pertanyaan Nayeon. Sana
tiba-tiba terkejut.
“A-aniya, aku….. aku hanya bingung kenapa
kau memilih Taehyung. Dia kan bukan tipemu.” Ujar Sana dengan sedikit gugup.
“ Karena itu aku memilihnya. Dia
namja yang gila, pabo, hiperaktif, dan tidak jelas, bahkan 1000% bukan tipeku.
Jadi, aku tidak mungkin bisa menyukainya. Aku hanya tidak ingin melakukan
kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.” Wajah Nayeon berubah menjadi muram.
“Sudahlah, kau melakukan hal yang
benar. Setidaknya, kau pasti berhasil mendapatkannya dan tidak akan menjadi
penyebab gagalnya misi ini.” ketiga temannya seketika mentap Hyeri heran, tidak
tahu apa maksud dari perkataannya. Melihat para temannya linglung, hyeri
menambahkan kalimatnya.
“Hah, kalian pasti taulah jika misi
memikat namja ini gagal, pasti penyebabnya hanya ada satu.” Hyeri berbicara
tanpa mengalihkan pandangannya dari lapangan. Kedua temannya mulai menyadari
arah perkataan hyeri, kemudian mereka tersenyum tipis dan melirik yeoja yang
mukanya sudah ingin berubah menjadi Hulk.
“Aish! kau ingin mati eoh?” baekhee
melepas headphonenya dan menatap hyeri tajam.
“Eyy tidak usah marah, itu semua kan
fakta. Diantara kita hanya hormonmu saja yang rusak, menyukai namja saja tidak
pernah, bagaimana mau berhasil memikatnya.” Nayeon membuat temannya tertawa dan
baekhee semakin kesal.
“Yak! aku hanya tidak suka bukan berarti
aku tidak bisa.!” Baekhee meninggikan nadanya.
“Geurae… kalau memang kau bisa,
bagaimana jika membuat taruhan? Siapa yang lebih dulu bisa membuat para namja
itu jatuh cinta pada kita, dia pemenangnya. Call?” Hyeri menyunggingkan
senyuman evil.
“Itu tidak adil! Kau membuat taruhan
yang sudah jelas siapa pemenangnya. Itu..”
“Call!!!!! Dan juga.., siapa yang
lebih dulu jatuh cinta pada mereka dia kalah.!” Baekhee memotong kalimat nayeon
yang belum selesai. Kini matanya yang menatap hyeri sudah dipenuhi amarah yang
membara.
“Hahh, kau mudah sekali dipengaruhi.
Call.” Nayeon juga setuju.
“Call.” Sana menjawab dengan nada
yang sangat rendah dan muka muram.
“Sekarang aku akan menunjukan kepada
kalian. Aku adalah Go-Baek-Hee, sesuatu pasti terjadi jika aku menginginkannya.!”
Ambisi gilanya mulai keluar. Baekhee memanglah yeoja yang sangat berambisi.
Hyeri hanya memicingkan bibirnya menganggap remeh.
.
.
Empat yeoja sedang berdiri didepan
pintu loker menunggu sesuatu. Beberapa namja datang dari arah lapangan basket.
Seorang namja tinggi berambut coklat menghampiri lokernya dan membukanya.
“Sekarang, kalian akan melihat
kehebatan seorang Yoon Hyeri.” Hyeri menghampiri sekumpulan namja itu.
TBC