Senin, 21 November 2016

Dangerous Angel Part 1


Dangerous angels
Title : Dangerous angels
Author : Mrs. Me
Cast :
Ø Sana twice as lee hani
Ø  Momo twice as yoon hye ri
Ø Tzuyu twice as go baek hee
Ø Nayeon twice as im nayeon
Ø All member bts
Ø Shownu monsta x as ahn shownu
Ø All member gfriend
Genre : school live, romance, action

# PART 1
.
. Jam Istirahat
Terlihat 4 yeoja nerd yang sedang duduk di sebuah bangku di kantin, tampaknya mereka sedang asik melahap makan siang mereka.
 “ Daebak.! Entah aku yang memang kelaparan atau memang makanan di kantin hari ini benar-benar lezat.” Puji Hani dengan makanan yang masih  bersarang dimulutnya.
”Dasar yeoja rakus!”Hina Hyeri.
 “Bukan karna rakus! Sebelum mengerjakan tugas kemarin malam, aku belum makan. Setelah mengerjakannya aku terlalu lelah jadi aku tertidur.” Jelas Hani karena tak terima dirinya dihina.
 “Kau hanya tidak makan semalam dan sekarang makanmu seperti orang yang tidak makan setahun. Kau bisa sakit perut nanti.” Hina Baekhee.
“Melihat makanmu sekarang membuatku yakin kalau beratmu akan bertambah 5 kilo kurang dari sejam.” Tambah  Nayeon dengan muka mengejek.
 “Sudahlah. Aku tidak mau peduli, kalian bisa mengatakan apa saja yang mau kalian katakan, aku akan mengambil makanan lagi.” Sahut Hani sambil memegang nampan makanan dan mengangkat bokongnya dari bangku.
Saat ia melangkah membalikan badan  “Bukk!!”.  Hani tidak sengaja menabrak seorang yeoja. Seragam yeoja itu kini berlumuran kari ayam. Hani dan teman-temannya sangat terkejut ketika melihat siapa yeoja yang ditabrak Hani.
“Mati aku..!!! Dia kan Hwang Eunbi.” Ucap Hani dalam hati dengan mimik wajah gemetarnya.
“Aishh. Ya! Apa kau buta?!”
“Mi.. mi.. mianhae.. Eunbi-ya, aku tidak sengaja”  Hani mencoba membersihkan seragam Eunbi dengan tisu. Tapi, Eunbi malah membuang tangan Hani.
“Hei jangan menyentuhku!! Kau bukan membersihkannya tapi malah membuatnya kotor dengan sentuhan tanganmu.” Hyeri, Baekhee, dan Nayeon, hanya diam dan melihatnya dengan wajah kesal. Mereka tidak terima dengan hinaan Eunbi. Tangan Nayeon dan Hyeri mulai mengepal, saat mereka mencoba berdiri Baekhee langsung menarik tangan mereka sambil menggelengkan kepala. Ia mencoba menahan amarah temannya. Daripada Nayeon dan Hyeri yang berdiri lebih baik ia sendiri yang berdiri.
“Eunbi-ya tolong maafkanlah dia. Dia kan tidak sengaja. Berikan saja seragammu padanya biar dia yang membersihkannya.” Ucap Baekhee dengan nada yang lembut.
“Diam kau! Tidak usah ikut campur, memangnya siapa yang menyuruhmu untuk ikut bicara?!” Sahut Eunha. Baekhee hanya terdiam. Tiba-tiba anak BTS datang.
“Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut?” Tanya Namjoon.
“Eunbi-ya,  gwenchana?  kenapa seragammu penuh dengan kari?” Jimin memasang muka khawatir dan heran.
“Ini semua gara-gara yeoja jelek ini! Jin lihatlah dia menumpahkan kari ke seragamku.” Eunbi tiba-tiba merengek kepada Jin.
“Kau sudah berkaca mata tebal tapi tetap tidak bisa melihat. Kau harus tau bedanya rabun dengan buta.”Jimin ikut memarahi Hani yang sedang menunduk membuat Hani semakin gemetar
“Sudahlah, ini kan hanya kari bukan cat. Masih bisa dibersihkan dengan mudah. Jangan membesar-besarkan masalah kecil.” Ucap Jin dengan santai sambil mengusapkan tisu ke seragam Eunbi. Sementara itu, namja disamping Eunbi melihatnya dengan tatapan kesal.
“Baiklah. Aku akan memaafkanmu kali ini.” Lalu mereka semua pergi menuju kantin VIP di lantai atas yang digunakan khusus hanya untuk mereka. Empat yeoja itu menghembuskan nafas lega setelah kepergian mereka.
“Keundae…, bukannya didalam kamus mereka memaafkan artinya mendendam?” Kata Nayeon yang berhasil membuat ketiga temannya langsung menatapnya secara bersamaan.
.
.
.Hyeri Pov. (Momo)
Aku menunduk dan melihat 4 pasang kaki yang sedang melangkah secara bersamaan. “Hey sepertinya kita memang benar-benar sahabat sejati, bahkan langkah kaki kita sama.” Ucapku dengan sedikit tersenyum.
“Tentu saja.! Tapi otak kita berbeda  IQku lebih tinggi daripada IQmu.” Sahut Baekhee dengan senyum ejeknya yang berhasil membuat senyumanku berubah menjadi wajah kesal dengan cepat. Nayeon hanya terkekeh mendengar ucapan Baekhee dan melihat ekspresiku.
“Baekhee-ya sepertinya ada yang kurang pada dirimu. Mana kalungmu? Ah! Apa kalungmu hilang! Bagaimana ini? Cepat cari!! Palli! Bahkan meskipun harus ke ujung dunia, kau harus menemukannya!” sifat berlebihanku telah keluar. Tapi dengan entengnya Baekhee menjawab
“Pabo! Hentikan sifat alaymu itu.Tidak bisakah kau bertingkah seperti manusia normal?”
“Kenapa kau melepasnya? Kau tau kan kalau benda itu sangat penting. Kau harus selalu memakainya dimanapun kau berada.” Ucap Nayeon.
“Arasseo.  Aku melepasnya karena akhir-akhir ini kalungku sering jatuh, sepertinya aku harus memperbaikinya. Aku akan memakainya nanti.”
 Lalu Hani tiba –tiba menghentikan langkahnya. Kulihat dia sedang memegangi perutnya dan sedikit meringis sakit sambil mengatakan . . .
 “Sepertinya aku harus ke kamar  mandi sekarang. Perutku sedang dalam keadaan darurat.”.
 “Aku sudah bilang kan padamu, tapi kau tidak mau mendengarkan .“ Ucap Baekhee. “Baiklah, ayo kita ke kamar mandi” ajak Nayeon. Sebelum kita melangkah, Hani sudah lebih dulu berlari secepat kilat mendahului kita. Aku, Nayeon, dan Baekhee menganga melihat Hani.
 “Apa dulu dia atlet lari? Kenapa larinya cepat sekali?” Tanyaku keheranan.
“Bukan, dia itu memiliki kekuatan super seperti Flash.” Sahut Baekhee dengan wajah kagum. Aku dan Nayeon melihat Baekhee dengan wajah datar. 
“Dasar yeoja gila! kau itu terlalu banyak menonton film Marvel’s” . Aku hanya bisa menggelengkan kepala dan tertawa mendengar Baekhee dan Nayeon. Kemudian aku tiba-tiba tersadar akan sesuatu, “Kalian pergi saja duluan, aku harus mengambil sesuatu di lokerku.”.  “Oke” satu kata dari Nayeon.
  Aku mulai berjalan menuju lokerku. Saat aku sudah sampai di depan lokerku, aku mulai memegang gagang loker lalu lokerku sedikit terbuka dengan sendirinya. Aku terheran karna seingatku aku sudah mengunci lokerku, aku memang yeoja ceroboh.
 Dengan perlahan kubuka lokerku, lalu bagaikan berisi emas batangan penuh. Aku sangat terkejut ketika melihat apa yang ada didalam lokerku lebih tepatnya siapa. Kulihat seorang namja tampan sedang menutup matanya dan duduk didalam lokerku sambil menghadap dinding dengan earphone yang menancap di telinganya, earphone tersambung ke mp3 yang digenggamnya.. tapi tunggu dulu,… bukankah itu mp3 ku?!.
 Kucoba beranikan diriku menyentuh bahunya dan menggoyangnya. Ku dekatkan wajahku agar aku bisa melihat lebih jelas wajahnya. Lalu tiba-tiba matanya terbuka. ”Omo.!!”  Aku terkejut setengah mati dan jatuh tersentak ke belakang, Dia menoleh padaku, kini terlihat jelas wajahnya dan Sepertinya, dia jauh lebih berharga daripada emas batangan karna ia …  
“Jin Sunbae.!!”  ya, benar ia adalah Jin. Aku sendiri tidak tau mengapa dia bisa berada didalam lokerku dan apa yang dia lakukan disana?.
 “Kau!. Apa yang mau kau lakukan? Kenapa kau mendekatkan wajahmu? Apa kau mau menciumku?”
 “Mwo.?? A.. aa. Aniya..” aku terkejut dengan apa yang baru saja ia katakan, kenapa ia bisa senarsis ini. Apa dia pikir aku ini penggemarnya?!. Kucoba menjelaskan apa yang terjadi
“sebenar….”
 “Ah aku tau, ini pasti lokermu kan? Kalau begitu, berarti ini mp3 mu? Jadi, kau bukan mau menciumku tapi mau mengambil mp3 yang kugenggam. Iya kan?”jin dengan cepat memotong penjelasanku.
Kenapa ia tiba-tiba membuat argument sendiri tanpa mendengar penjelasanku?! Ternyata lelaki tampan bisa membuatku jengkel juga, tapi, mau bagaimana lagi? Aku hanya bisa menjawab
“Ne.”. 
Dia mulai memberdirikan tubuhnya dan mengulurkan tangannya padaku. Aku coba menyangkal apa yang sedang terjadi saat ini, apakah dia menginginkan sesuatu dariku? Karna itukah dia mengulurkan tangannya? Ataukah dia memang ingin membantuku berdiri? Ahh apa yang harus kulakukan? Jika aku salah bertindak pasti aku akan sangat malu.
“ Hey, apa kau akan terus duduk dilantai? Tanganku mulai lelah.” Ucapannya berhasil membuyarkan lamunanku. Kuputuskan untuk menjulurkan tanganku dengan ragu dan saat tanganku sudah berada di genggamannya, dia menarik tanganku dengan sangat kuat sampai-sampai tubuhku juga ikut tertarik ke tubuhnya. Aku langsung mengambil langkah mundur dengan cepat.
 “Ini mp3 mu.” sambil menyodorkan mp3ku, aku hanya terdiam sambil mengambil mp3 dari tangannya
“Kenapa kau bisa ada di dalam lokerku? Apa yang kau lakukan disana?”
 “Aku sedang dikejar-kejar para yeoja gila, jadi aku bersembunyi dilokermu, lalu aku melihat sebuah mp3 dan ternyata disana ada lagu yang sangat indah. Aku menyukainya.”
“lagu yang mana?”  belum sempat jin menjawab tiba-tiba  . . .
“KRINGG..!!” bel masuk berbunyi.
“Bye” ucap jin sambil melangkah pergi, selang 4 langkah ia kembali memutar badannya ke arahku dan mengatakan . . .
“Bye the way….. rambutmu lucu.!” Sambil memberikan senyuman manisnya kepadaku dan melanjutkan langkahnya.
 Ucapan Jin membuatku berpikir, apa kalimat barusan benar-benar keluar dari mulut Jin Sunbae? Sebenarnya dia sedang mengejekku atau memujiku? Tapi aku tidak peduli lagi karna bagaimanapun juga ucapannya berhasil membuat wajahku terbakar.
.
.
.
.Di ruang kelas 2-1
Terdengar banyak sekali suara bising. Saat ini keadaan ruang kelas 2-1 menjadi duplikat dari keadaan detik-detik titanic tenggelam. Kecuali seorang yeoja berkacamata yang sedang menulis sesuatu di bukunya. Sedangkan dibangku belakangnya ada seorang namja berwajah baby face yang tengah melamun , saat ini wajahnya berubah menjadi evil face karna bad mood.
Jimin Pov.
Sekarang moodku sangat buruk karna kejadian tadi. Aku berpikir bagaimana caranya untuk mengatasi mood burukku, lalu kulihat seorang yeoja sedang duduk di depanku. Kutendang kursinya dari belakang. Dia menoleh dengan ragu kepadaku sambil memasang wajah takut.
“Ya! Bukankah kau yeoja jelek yang tadi menabrak Eunbi di kantin?!” Tanyaku dengan sedikit membentak. Dia hanya terdiam.
“Apa kau bisu?! Ya! Jawab aku!! Kau pikir kau siapa bisa mengabaikanku?!!” Teriakku yang membuat seluruh arah mata tertuju padaku.  Kulihat wajahnya sangat ketakutan. Ekspresinya sangat lucu sehingga membuatku semakin bersemangat untuk menggodanya.
“Mianhe” Jawabnya dengan suara lembut dan sedikit gemetar.
“Apa kau bodoh?! Tidak ada gunanya kau meminta maaf padaku. Siapapun yang membuat masalah dengan Eunbi itu artinya membuat masalah denganku juga.”
“Dia memang bodoh lihat saja wajahnya sekarang, terlihat seperti orang idiot.” Ucapan teman sekelasku berhasil membuat murid satu kelas menertawainya.
“Ya! Kenapa kau diam saja?! Kau itu sudah buta , bisu pula!! Hidupmu menyedihkan sekali!!” Aku berhasil membuat suasana kelas menjadi lebih heboh. Banyak terdengar suara murid lain dikelas yang juga menghinanya. Dia hanya duduk terdiam sambil menundukan kepalanya.
“Jika aku jadi dia, aku pasti akan menutup wajahku dengan helm. Hahaha”
“Dasar yeoja tidak tahu malu.!”
“Aku punya julukan untukmu. ‘Idiot Nerd’ mulai sekarang aku akan memanggilmu dengan nama itu” Entah darimana ide julukan itu muncul. tapi yang pasti, sekarang moodku berubah menjadi lebih baik.
.
.
.
.Jungkook Pov.
“ Tap! Tap! Tap! Tap..”  Aku berlari menuju kelas. Sesampainya disana kumasukan tanganku ke dalam kolom mejaku.
“Ketemu.!!. Dasar handphone nakal! Kenapa kau harus tertinggal segala huh.?” Aku merasa seperti namja gila karna memarahi sebuah handphone. Tapi aku tidak peduli, lagipula dikelas sudah sepi. Mereka semua sudah pulang ke alamnya masing-masing.
 Setelah mengambil handphone, kulangkahkan kakiku kembali keluar sekolah. Tiba-tiba langkahku terhenti. Kulihat ada seorang  yeoja berkuncir satu yang sedang menari dengan indahnya di ruang dance. Aku terus memandanginya dari balik pintu. Senyumannya , lekukan tubuhnya, hentakan kakinya, membuat mataku berbinar-binar. Selesai menari dia langsung merebahkan tubuhnya dilantai. Terdengar hembusan nafasnya yang terengah-engah, namun dia tetap tersenyum gembira seakan-akan dia sedang menari di surga.
Aku masuk kedalam ruangan sambil bertepuk tangan. Saat ia melihatku.,,  ia memberdirikan tubuhnya dan ekspresinya langsung berubah datar. Heh.. seharusnya aku tidak usah masuk kedalam. Kucoba memujinya untuk mengembalikan senyumannya.
“Wahh.. Daebak.!! Dancemu keren sekali! Siapa namamu?” Dia hanya terdiam dengan muka yang masih datar.
“Sepertinya aku tidak pernah melihatmu. Apa kau murid baru?” Dia benar-benar 100% mengacuhkanku. Tanpa mengatakan sepatah katapun dia mengambil tasnya dan pergi meninggalkanku. Lalu, kulihat sebuah benda tergeletak di lantai, kuambil benda itu..
“Hey tunggu! Barang….. ! …mu ketinggalan L ” Saat kulihat keluar pintu yeoja itu sudah tidak ada. Dia adalah yeoja pertama dalam hidupku yang pernah mengacuhkanku. Meskipun begitu, sepertinya aku tertarik padanya. Cara yeoja itu menari berbeda dengan tarian orang biasanya. Entah apa yang membuatnya berbeda? Aku pun tidak tau. Mungkin karna tariannya dan senyumannya bisa membuat jantungku berdetak diatas normal.
.
.
.
.Di kamar asrama 125
“Nayeon-ah kau mau ke tempat laundry kan? Biasakah kau membawa pakaianku juga.”Pinta Hyeri yang kemudian dilanjutkan Hani dan Baekhee
“Aku juga.!”
“Aku juga.!”
“Mwo.! Kenapa harus aku?”
“Itu karena kau yang paling pendek diantara kita.” Sahut Baekhee dengan entengnya
“Ya! Sudahlah pergi saja!” Pinta Hani dengan nada membentak.
“Shirreo! Kalian bahkan tidak tau caranya minta tolong kepada seseorang. Kalian bukannya mengatakan tolong tapi malah menghina dan membentakku. Aku memang paling pendek tapi aku bukan maknae disini!” Nada ucapan Nayeon semakin meninggi.
“Nayeon-ah yang cantik. Tolong bawa pakaianku juga ke laundry ya? Saranghae. Puing Puing!!” Hani tiba-tiba mengubah nada suaranya menjadi manja dan melakukan aegyo kepada Nayeon.
“Shireoyo...!!!!!” Tapi sayangnya Nayeon tidak terpengaruh oleh aegyo Hani
“Kau tidak bisa menolaknya karena sekarang hari Kamis.” Ucap Hyeri dengan tawa evil
“Ouww… Shit!” Umpat Nayeon sambil membungkukan badannya dan menundukan kepalanya
“Ini salahmu sendiri. Kau sendiri kan yang membagi jadwal tugas kebersihan ini.” tambah Hyeri.
.
.
.Nayeon  Pov. (Di ruang laundry)
Aku menaruh bokongku di tempat duduk sambil menunggu baju yang masih ada didalam mesin cuci. Saat ini aku sedang meratapi nasibku.  Ah… sial kenapa juga aku membuat jadwal itu?. Akhirnya mau tidak mau aku harus meloundry pakaian mereka juga. Aku benar-benar merasa seperti pembantu sekarang ini.
“Uwaahhh” Luapan demi luapan mulai keluar dari mulutku. Aku tiba-tiba mengantuk. Mau bagaimana lagi, aku memang tipe orang yang mudah mengantuk. Dikelas juga aku sering tertidur.
Tanpa sadar mataku mulai tertutup dan aku sudah berada didunia mimpiku. Entah kenapa peristiwa dimasa laluku muncul didalam mimpiku. Peristiwa dimana aku memiliki dua pilihan yang sangat sulit. Disaat aku harus memilih antara cinta dan kebenaran. Didepanku hadir seorang namja yang aku cintai.  Aku menutup mataku lalu ….
“Doorrrr..!!!” terdengar suara tembakan yang berhasil membuatku membuka mataku perlahan. Saat aku membuka mataku wujud seorang namja samar-samar berada didepanku. Siapa namja ini?. Semakin kubuka mataku, semakin jelas paras namja yang tersenyum itu. Ekspresiku berubah menjadi heran. Kenapa namja ini bisa ada didalam mimpiku.
“Annyeong.!” Namja itu semakin memperlebar senyumnya. Aku hanya terheran tidak mengerti apa yang sedang terjadi, kemudian aku menoleh ke segala arah. Ahh ternyata aku sudah didunia nyata. Tapi kenapa dia bisa ada disini?. Dan… astaga aku baru sadar kalau kacamataku tidak ada. Aku mencari-cari disekitarku.
“ Kau mencari ini?” dia menyodorkan kacamataku
“Saat kau ketiduran tadi, aku mengamati wajahmu. Menurutku kau terlihat lebih cantik saat tidak memakai kacamata, jadi aku melepasnya dan ternyata aku benar.” Namja ini terus terang sekali. Tidak bisakah dia berpura-pura buta agar tidak membuat wajahku memerah.?
“Taehyung-ah, apa yang kau lakukan disini? Bukannya anak VIP selalu mengirim bajunya kerumah untuk dicuci para pelayannya?”
“Wah, kau tau namaku? jadi kau mengenalku? Apa kita satu kelas? ”  Pabo! Tentu saja aku mengenalmu. Memang siapa disekolah ini yang tidak mengenalmu. 
“Aku hanya mengenalmu. Tapi kita tidak satu kelas.” Namja ini berhasil membuatku kesal.
“Sayang sekali. Aku kesini untuk bersembunyi, Jungkook sedang mencariku sekarang”
“Kenapa dia mencarimu?”
“Karena kita sedang main petak umpet. ”  Aishh.. namja ini! Sadarlah.!! Kau ini sudah kelas 2 SMA. Orang mana yang sudah dewasa tapi masih main petak umpet.
“Haha. Petak umpetkan permainan untuk anak TK. Apa Jungkook mau bermain petak umpet denganmu.?”
“Awalnya dia tidak mau, lalu aku mengambil Boxernya dan kukibas-kibaskan didepan para yeoja. Mereka semua berteriak dan tertawa, bahkan banyak yeoja yang memintaku agar memberikan boxer jungkook kepadanya. Akhirnya Jungkook marah dan mengejarku. Ideku sangat cerdik kan?!”   Bisa-bisanya Taehyung mengatakan hal itu dengan tersenyum?. Cerdik?. Apanya yang cerdik?!. Otak namja ini benar-benar sudah rusak.
“Aku lapar. Aku harus kekantin. Aku pergi dulu oke. Dan kalau Jungkook kesini mencariku bilang saja kau tidak melihatku. Berpura-puralah menjadi orang buta atau orang kesurupan agar Jungkook takut. Bye.”  Aku hanya bisa melihat kepergian Taehyung dengan tatapan aneh.
Memang benar kata orang, didunia ini tidak ada manusia sempurna. Dia tampan tapi idiot. Aku menghela nafas “Hufh…”. “Kenapa aku merasa ada yang kulupakan?. Shit!” Dengan segera kuambil baju dari dalam mesin cuci dan berjalan kembali ke kamar asrama.
Ditengah perjalanan langkahku terhenti. Pandanganku terarah pada dua orang namja yang sedang berebut suatu benda, tapi benda itu bukan boxer. Melainkan sesuatu yang menggantung digenggaman Taehyung. Kufokuskan pandanganku agar dapat melihat lebih jelas.
“Aku yakin tadi Taehyung mengatakan boxer, tapi mengapa mereka memperebutkan benda lain? Tunggu dulu..! Benda itu terlihat familiar. Itukan milik…..” aku menggantung kalimatku dan langsung berlari menuju kamar asrama.
.
.
. Didalam kamar asrama namja no. 01 (VIP)
“Ceklekk” Suara pintu kamar terbuka, masuklah seorang namja bergigi kelinci dengan namja berkarisma 4d yang mengekorinya. Tampaknya namja bergigi kelinci itu sedang menggerutu.
“Sialan.!! Jika kau melakukannya lagi, bukan sepatumu yang akan kulempar tapi dirimulah yang akan kulempar keluar jendela.” Sedangkan  mahluk yang dimarahinya hanya tertawa.
“Kau kenapa Jungkook-ah?” Tanya Jimin yang sedang bermain game dengan Hoseok. Jungkook hanya terdiam dengan muka kesal. Hoseok menatap aneh Taehyung.
“Mwoya Taehyung-ah? Kenapa kau tertawa terus? Kau seperti orang gila.”
“Yang gila itu bukan aku tapi Jungkook. Mulai dari masuk kamar dia terus saja melihat benda itu sambil senyum-senyum sendiri. Dia bahkan mengacuhkanku, ya sudah kubawa lari saja benda yang membuatnya gila itu.”
“Apa kau tidak ada kegiatan lain selain menggangguku?!”
“Tadinya aku ingin mengganggu Jimin dan Hoseok, tapi melawan 1 orang lebih mudah dibanding melawan 2 orang. Aku heran seberapa berharganya benda itu sampai bisa membuatmu gila seperti sekarang.”
“Berhentilah mengatakan ‘benda itu.!’ Pabo! Ini namanya kalung.”
“ Saranku jika hyung ingin normal lagi, cepat kembalikanlah kalung itu kepada pemiliknya.”
“Itulah masalahnya Shownu, aku tidak tahu siapa nama pemiliknya. Wajahnya terlihat asing. Aku sudah mencarinya diseluruh sekolah tapi aku tidak menemukannya”
“Berpikir pintarlah! Gantungan dikalung itu kan berinisial ‘H’ jadi namanya pasti memiliki awal huruf ‘H’.” Taehyung bertingkah menjadi sok pintar seakan dia tahu segala hal.
“Kau sendiri berpikir bodoh! Kau kira disekolah ini yang namanya berawalan H hanya ada 1 orang?! Jungkook itu bukan pengurus administrasi yang harus menyensus semua murid sekolah ini.” Taehyung hanya menggaruk-garuk kepalanya sambil mendengar ucapan Jimin.
“Hyung, bagaimana mencarinya? Apa kau akan mengumpulkan semua yeoja yang namanya berawalan huruf ‘H’ dan menanyainya satu-satu.”
“Itu ide yang bagus! Jika aku jadi kau, aku pasti akan melakukannya” Taehyung memberi jempol kepada Shownu. Jimin dan Shownu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Taehyung.
“Hanya orang bodoh idiot yang akan melakukan hal itu.” Ekspresi Taehyung berubah menjadi datar dengan cepat setelah mendengar uacapan Jungkook
“Lalu Hyung, jika kau tidak mencarinya.. bagaimana kau akan menemukannya?”
“Aku tidak akan mencarinya dan menemukannya. Tapi dia yang akan mencariku dan menemukanku” Ujar Jungkook enteng dengan senyuman evilnya.